kumpulan makalah

MAKALAH 1 BY: NOVI NAFISAH NURAZIZAH (0702446/1)

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Diera globalisasi sekarang kemajuan teknologi informasi dan komunikasi ( TIK ) telah berdampak pada semua sektor kehidupan dan berbagai lapisan masyarakat tidak terkecuali institusi perpustakaan. Perpustakaan merupakan salah satu sarana pembelajaran yang dapat menjadi sebuah kekuatan untuk mencerdaskan bangsa. Perpustakaan mempunyai peranan penting sebagai jembatan menuju penguasaan ilmu pengetahuan yang sekaligus menjadi tempat rekreasi yang menyenangkan dan menyegarkan.
Perpustakaan memberi kontribusi penting bagi terbukanya informasi tentang ilmu pengetahuan. Sedangkan perpustakaan sekolah merupakan jantung bagi kehidupan aktifitas akademik, karena dengan adanya perpustakaan dapat diperoleh data atau informasi yang dapat digunakan sebagai dasar pengembangan ilmu pengetahuan.
Kondisi perpustakaan sekolah masih kurang berkembang sesuai dengan fungsi dan pernannya. Untuk memperbaiki tersebut, perpustakaan harus sebagai sarana aktif atau interaktif dan menjadi tempat dihasilkannya berbagai hal baru. Untuk mewujudkan kondisi perpustakaan sesuai dengan fungsidan peranannya maka perpustakaan harus dirubah sistem eksperionalnya dari perpustakaan manual atau tradisional menjadi perpustakan yang berbasis pada teknologi informasi dan komunikasi (perpustakaan digital).
Dengan menerapkan teknologi informasi dan komunikasi diharapkan setiap perpustakaan sekolah secara bertahap dapat mengejar ketinggalannya dari perpustakaan-perpustakaan yang lebih maju dan lebih moderen serta dapat mengoptimalkan fungsi perpustakaan bagi masyarakat sekolah.
Konsekuensi dari terjadinya perubahan dalam paradigma perpustakaan mengharuskan perlunya keberanian dari para pengelola perpustakaan untuk melakukan inofasi dan pemberuan-pembaruan dalam mengelola perpustakaannya, pada berbagai kegiatan dan operasinya. Dengan perkembangan teknologi dan informasi pustakawan dapat tersisih jika mereka tidak membarukan visi mereka tentang kepustakawanan dan menyesuaikan praktek kepustakawanan dengan perkembangan teknologi dan informasi, Siregar (2004:152).
Perpustakaan merupakan bangunan untuk melahirkan suatu komunitas ilmiah dan masyarakat informasi. Perpustakaan juga merupakan jalan untuk menuju masyarakat moderen yang berperadaban. Namun demikian, untuk merealisasikan semua inpian itu bukanlah sesuatu yang mudah, secara terus menerus harus dilakukan inovasi untuk menciptakan perpustakaan yang sesuai dengan tuntutan zaman.

B. Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam makalah ini adalah ”bagaimana pengaruh pemanfaatan TIK dalam pengelolaan perpustakaan sekolah ?
Untuk memperjelas permasalahan dalam materi atau topik makalah ini, maka rumusah masalah diatas diuraikan menjadi beberapa pertanyaan, yakni sebagai berikut :
1. Apa pengertian , peran dan fungsi dari perpustakaan itu sendiri?
2. Bagaimana perkembangan teknologi informasi dan komunikasi diaplikasikan pada berbagai kegiatan dan operasi perpustakaan hingga dapat mencapai efektifitas layanan perpustakaan ?
3. Bagaimana caranya perpustakaan tetap diminati ?
4. Seberapa besar peranan pustakawan dalam pengembangan perpustakaan sekolah yang berbasis TIK ?
C. Tujuan
Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan maka tujuan yang ingin dicapai dari pembuatan makalah ini adalah :
1. untuk mengetahui pengertian, peranan dan fungsi perpustakaan serta mengetahui seberapa jauh dari pemanfaatan TIK dalam pengelolaan perpustakaan di sekolah.
2. untuk mengetahu perkembangan TIK yang diaplikasikan pada berbagai kegiatan dan operasi perpustakaan hingga dapat mencapai efektifitas layanan perpustakaan.
3. untuk mengetahui cara agar perpustakaan tetap diminati oleh siswa dan masyarakat pada umunya.
4. untuk mengetahui peranan pustakawan dalam pengelolaan perpustakaan berbasis TIK.

D. Manfaat Penulisan
Setelah mempelajari makalah ini, pembaca diharapkan memililki wawasan pengetahuan yang memadai tentang perpustakaan sekolah berbasis TIK, sehingga perustakaan masa depan diharapkan bukan saja dapat mengubah dirinya dari yang bersifat tradisonal menjadi modern, yang kecil menjadi besar, atau sepi pengunjung menjadi ramai pengunjung, namun lebih dari itu yaitu perpustakaan yang mampu menjadikan organisasinya menyediakan dan melayankan berbagai sumber informasi secara tepat guna dan tepat sasaran, menciptakan kondisi masyarakat yang menyadari, memahami dan mewujudkan suatu kehidupan yang terdidik baik dan terinformasi baik sehingga mengarah kepada kehidupan yang lebih baik.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian, Peran, dan Fungsi Perpustakaan
Pada zaman global sekarang, pendidikan merupakan sesuatu yang penting karena pendidikan merupakan akar dari peradaban sebuah bangsa. Pendidikan sekarang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus dimiliki setiap orang agar bisa menjawab tantangan kehidupan. Untuk memperoleh pendidikan banyak cara yang dapat kita capai diantaranya melalui perpustakaan. Diperpustakaan berbagai sumber informasi bisa kita peroleh, selainitu banyak juga manfaat lain yang dapat kita peroleh melalui perpustakaan.
Secara harfiah, perpustakaan masih dipahami sebagai sebuah bangunan fisik tempat menyimpan buku-buku atau bahan pustaka. Perpustakaan diartikan sebuah ruangan atau gedung yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasa disimpan menurut tata susunan tertentu yang digunakan pembaca bukan untuk dijual (Sulistyo,Basuku; 1991). Menurut Sugiyanto perpustakaan adalah suatu unit kerja yang berupa tempat menyimpan koleksi bahan pustaka yang diatur secara sistematis dan dapat digunakan oleh pemakainya sebagai sumber informasi. Menurut RUU perpustakaan pada Bab I pasal I menyatakan perpustakaan adalah institusi yang mengumpulkan pengetahuan tercetak dan terekam, mengelolanya dengan cara khusus guna memenuhi kebutuhan intelektualitas para penggunanya melalui beragam cara interaksi pengetahuan.
Secara umum dapat disimpulkan bahwa pengertian perpustakaan adalah suatu institusi unit kerja yang menyimpan koleksi bahan pustaka secara sistematis dan mengelolanya dengan cara khusus sebagai sumber informasi dan dapat digunakan oleh pemakainya.
Setiap perpustakaan dapat mempertahankan eksistensiya apabila dapat menjalankan peranannya. Secara umum peran-peran yang dapat dilakukan adalah:
• Menjadi media antara pemakai dengan koleksi sebagai sumber informasi pengetahuan.
• Menjadi lembaga pengembangan minat dan budaya membaca serta pembangkit kesadaran pentingnya belajar sepanjang hayat.
• Mengembangkan komunikasi antara pemakai dan atau dengan penyelenggara sehingga tercipta kolaborasi, sharing pengetahuan maupun komunikasi ilmiah lainnya.
• Motivator, mediator dan fasilitator bagi pemakai dalam usaha mencari, memanfaatkan dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan pengalaman.
• Berperan sebagai agen perubah, pembangun dan kebudayaan menusia.
Pada umumnya perpustakan memiliki fungsi yaitu sebagai berikut:
 Fungsi penyimpanan, bertugas menyimpan koleksi (informasi) karena tidak mungkin semua koleksi dapat dijangkau oleh perpustakaan.
 Fungsi informasi, perpustakaan berfungsi menyediakan berbagai informasi untuk masyarakat
 Fungsi pendidikan, perpustakaan tempat dan menyediakan sarana untuk belajar baik dilingkungan formal maupun nonformal.
 Fungsi rekreasi, masyarakat dapat menikmati rekreasi kultural dengan membaca dan mengakses berbagai sumber informasi hiburan seperti: novel, cerita rakyat, puisi dan sebagainya.
 Fungsi kultural, perpustakaan berfungsi untuk mendidik dan mengembangkan apresiasi budaya masyarakat melalui berbagai aktifitas seperti: pameran, pertunjukkan, bedah buku, mendongeng, seminar dan sebagainya.
2.2 Jenis-Jenis Perpustakaan
Jenis-jenis perpustakaan yang ada dan berkembang di Indonesia menurut penyelenggaraan dan tujuannya dibedakan menjadi:
a. Perpustakaan Digital
Adalah perpustakaan yang berbasis teknologi digital atau mendapat bantuan komputer dalam seluruh aktifitas di perpustakaannya secara menyeluruh. Contohnya: Buku atau informasi dalam format electric book, piringan, pita magnetik, CD atau DVD rom.
b. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpustakaan Nasional)
Adalah lembaga pemerintah non departemen (LPND) yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang perpustakaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang berkedudukan di Ibukota Negara.
c. Pepustakaan Provinsi
Adalah lembaga teknis daerah bidang perpustakaan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah provinsi yang mempunyai tugas pokok melaksanakan pengembangan perpustakaan diwilayah provinsi serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyarakat.

d. Perpustakaan Kabupaten atau Kota
Adalah lembaga teknis daerah bidang perpustakaan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah kabupaten atau kota serta melaksanakan layanan perpustakaan kepada masyrakat umum.

e. Perpustakaan Umum
Perpustakaan yang ada di bawah lembaga yang mengawasinya. Contohnya perpustakaan umum kecamatan dan perpustakaan umum desa.

f. Perpustakaan Khusus
Perpustakaan yang diperuntukan untuk koleksi-koleksi tokoh terkenal, misalnya Perpustakaan Bung Hatta.

g. Perpustakaan Lembaga Pendidikan
Perpustakaan yang berada dilingkungan lembaga pendidikan (SD, SMP, SMA, PT, dan LSM). Contohnya perpustakaan Universitas. Pada perpustakaan tingkat PT , perpustakaan dapat dibagi kembali manjadi dua, yaitu: perpustakaan pusat dan perpustakaan tingkat fakultas.

h. Perpustakaan Lembaga Keagamaan
Perpustakaan yang berada dilingkungan lembaga keagamaan. Contohnya: perpustakaan Masjid, perpustakaan Gereja,dan lain-lain.

i. Perpustakaan pribadi
Perpustakaan yang diperuntukan untuk koleksi sendiri dan dipergunakan dalam ruang lingkup yang kecil. Contohnya: perpustakaan keluarga.
2.3 Pengertian Perpustakaan Berbasis TIK
Teknologi informasi komunikasi (TIK) telah merambah disegala bidang kehidupan termasuk dalam bidang pendidikan. Peran TIK dalam bidang pendidikan adalah membantu memberikan informasi atau peran pendidikan kepada komponen-komponen pendidikan baik formal maupun non formal, baik intrakurikuler maupun ekstrakurikuler.
Teknologi informasi dan komunikasi sebenarnya merupakan pengindonesiaan dari istilah Information Technology & Communication (ICT). Secara historis istilah ICT berawal dari istilah Telematika (Telekomunikasi dan Informatika) yang berasal dari bahasa perancis yang muncul pada awal tahun 1970-an. Kemudian diakhir tahun 1970-an muncul dalam bahasa inggris sebagai Telematics. TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) adalah gabungan dari teknologi informasi, telekomunikasi dan jaringan sehingga manusia dapat mencari informasi dan berkolaborasi dalam suatu kelompok melampaui batas wilayah dan waktu.
Dalam bidang pendidikan termasuk perpustakaan, pemanfaatan TIK sebagai sarana dalam meningkatkan kualitas layanan dan operasional telah membawa perubahan besar di perpustakaan. Perkembangan penerapan TIK dapat diukur dengan diterapkannya sistem informasi manajemen perpustakaan dan perpustakaan digital.
Perpustakaan digital menurut Zainal A. Hasibuan (2005) adalah konsep penggunaan internet dan teknologi informasi dan komunikasi dalam manajemen perpustakaan. Perpustakaan digital menurut Ismail Fahmi (2004) adalah suatu sistem yang terdiri dari perangkat hardware an software, koleksi elektronik, staf pengelola, pengguna, organisasi, mekanisme kerja serta layanan memanfaatkan teknologi informasi.
Sistem manajemen perpustakaan atau otomasi perpustakaan merupakan pengintegrasian bidang administrasi, pengadaan, inventarisasi, katalogisasi, pengelolaan, sirkulasi, statistik dan manajemen perpustakaan lainnya. Saat ini untuk mengikuti perkembangan manajemen perpustakaan dan memenuhi tuntutan kemajuan teknologi perpustakaan,sekolah sudah mulai menggunakan otomasi perpustakaan untuk pengelolaannya.
Misi perpustakaan untuk mengumpulkan, mengorganisasikan dan menyediakan akses terhadap sumber daya informasi tetap relevan. Tetapi teknologi dan cara untuk melakukannya mengalami perubahan. Penyediaan sumber daya informasi berbasis cetak tidak lagi cukup memadai tetapi harus dilengkapi dengan sumber daya berbasis elektronik yang jumlah dan kecepatan penyebarannya terus meningkat.
Kehadiran teknologi informasi dan kounikasi (TIK) tidak akan mengganggu berbagai kegiatan dan operasi diperpustakaan. Baik dari segi manajemen koleksi maupun kunjungan pengguna, Siregar (2004:1). Walaupun mahasiswa, dosen dan semua pihak yang terkait dengan dunia pendidikan sedang bertransformasi kedunia digital dengan akses yang cepat dengan sumber-sumber pengetahuan dari komputer pribadi mereka, tetapi mereka masih tetap mengunjungi perpustakaan. Mengapa? karena perpustakaan selalu berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan mereka dan komunikasi personal dengan pustakawan masih merupakan cara yang terbaik. Pustakawan harus menerima tanggung jawab dan berinteraksi dengan lingkungan jaringan informasi. Internet yang menawarkan cara baru untuk berkomunikasi dan untuk memperoleh akses terhadap berbagai informasi membuka tantangan baru bagi pustakawan untuk mengeksplorasi dan memanfaatkannya untuk kepentingan pengguna. Pustakawan harus mengambil insiatif untuk mengorganisasikan dan mengakses lebih baik apa yang terdapat atau apa yang dapat diperoleh mealui internet. Katalog on-line harus dikembangkan dan selanjutnya dimuat dalam jaringan lokal dan internet.Layana referens interaktif dan dokumen secara elektronis juga sudah saatnya untuk dikembangkan.
Sebagai contoh, perpustakaan Nasional Singapura menawarkan pelayanan on-line melalui internet dimana masyarakat dapat mengakses katalog, memperpankang pinjaman buku, mengirimkan pertanyaan kepada pustakawan referens dan mengusulkan pengadaan bahan-bahan baru. Pada tahap selanjutnya pustakawan harus melibatkan diri dalam pengembangan bahan-bahan elektronik, jika perlu bekerja sama dengan pihak-pihak lain (Siregar, 2004: 37-38).
Berdasarkan uraian materi diatas tenteng pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi menuju efektivitas layana pepustakaan akan mengacu pada tugas utama perpustakaan dalam mengumpulkan, mengorganisasikan dan menyediakan akses terhadap sumber daya informasi dimana letak perubahan mendasar terjadi kalau kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
2.4 Kegiatan Utama Perpustakaan
Kegiatan kegiatan utama perpustakaan yaitu:
2.4.1 Pengumpulan (pengadaan) Koleksi
Pengumpulan (pengadaan) koleksi atau disebut juga acquistion, yaitu semua kegiatan yang berkaitan dengan pemerolehan bahan pustaka baik yang dilakukan melalui pembelian, pertukaran, terbitan internal, maupun hadiah. Dalam kegiatan ini juga termasuk kegiatan pengecekan bibliografis yang dilakukan sebelum pemesanan penerimaan bahan pustaka, pemrosesan faktur dan pemeliharaan arsip yang berhubungan dengan pengadaan.
Berikut ini akan dicoba dijelaskan pengadaan koleksi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi, yaitu sebagai berikut:
a. Pengumpulan (pengadaan) melalui proses pembelian
Pembelian bahan pustaka dengan memanfaatkan TIK bisa dilakukan dengan melakukan kontak-kontak elektronis, melalui Hp, telepon, faxcimile, e-mail, dan tentunya jaringan internet. Kita tahu bahwa para penerbit/jobber, distributor, agen, penyalur bahkan toko buku dari tingkat lokal hingga tingkat dunia kini telah banyak yang mempunyai homepage sendiri dengan menempatkannya pada situs-situs WEB. Mereka menyediakan katalog penerbit dalam bentuk elektronik (e-catalog) yang memuat informasi tentang terbitan-terbitan dan kekayaan koleksinya baik dalam bentuk tercetak maupun elektronik seperti e-book, e-journal dan sebagainya lengkap disertai dengan harga, cara pemesanan, pengiriman, dan pembayarannya termasuk menunjukkan nomor rekening untuk mentransfer sejumlah dana tertentu bila terjadi kesepakatan transaksi bisnis informasi dan pembukuan inin. Dengan cara ini pengadaan buku dapat dilakukan dengan lebih cepat, efektif dan efisien.

b. Pengadaan malalui hadiah atau hibah
Tidak berbeda jauh dengan pengadaan melalui proses pembelian, pengadaan meallui hibah atau hadiah inipun dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Dari TIK yang paling sederhana sampai dengan melalui jaringan internet sehingga dapat dilakukan dengan lebih mudah, efektif dan efisien. Kontak-kontak person antar lembaga,antar organisasi, kontak dengan toko buku, distributor/agen, penyalur dan penerbit/jobber dari tingkat lokal sampai dunia dapat dilakukan dalam rangka berburu hadiah/hibah koleksi baik secara sukarela maupun melalui diminta.
Lebih mudah, hemat dan bermanfaat lagi adalah kini banyak koleksi baik dalam bentuk artikel-artikel ilmiah, buku, jurnal dalam bentuk elektronik yang free, artinya dengan bebas dapat di download (di unduh) yang kemudian dapat diprint out atau dikemas dalam bentuk digital atau elektronik dan kemudian bisa disajikan kepada para pengguna perpustakaan. Disini dapat diartikan sebagai hibah atau hadiah tidak langsung dalam bentuk yang kreatif karena perlu kreativitas dari pustakawan untuk memperolehnya.

c. Pengumpulan (pengadaan) melalui produksi atau penerbitan internal
Pengadaan melalui produksi atau penerbitan koleksi setempat (internal) kebanyakan dilakukan terhadap koleksikoleksi skripsi, tesis dan disertasi disamping karya-karya ilmiah pada dosen atau peneliti termasuk prosiding seminar, lokakarya, dan sejenisnya. Koleksi ini biasa disebut dengan gray literature yaitu koleksi yang tidak diterbitkan secara masal tetapi hanya diterbitkan dalam lingkup atau kalangan sendiri dengan jumlah dan skala edar yang terbatas. Teknologi yang digunakan adalah scanner, kemudian dimasukkan dalan CD-ROM. Selain ke dalam CD-ROM koleksi ini juga bisa disimpan dalam server dengan kapasitas besar diperpustakaan yang terhubung dengan homepage perpustakaan sebagai koleksi elektronik.
2.4.2 Pengorganisasian (pengolahan) Koleksi
Pengorganisasian (pengolahan) koleksi adalah semua kegiatan untuk mengelola/ mengolah bahan pustaka yang telah ada. Kegiatan pengorganisasian (pengolahan) koleksi yang memanfaatkan TIK misalnya dapat diakomodasi pada modul pengolahan yang merupakan bagian dari sistem otomasi perpustakaan terpadu (integrated library system) yang dibangun untuk menyatukan semua fungsi (pengadaan, pengolahan dan pelayanan) dimana semua modul dapat saling berinteraksi satu sama lain. Sebagai bagian dari suatu sistem otomasi, modul pengolahan dapat dikatakan sebagai dapur atau kokinya yang memberikan isi (content) perpustakaan. Perpustakaan terotomasi adalah suatu perpustakaan yang menggunakan sistem terotomasi untuk penanganan sebagian atau seluruh kegiatan rutinnya.
Pada modul pengolahan dilakukan kegiatan-kegiatan:
 Input terhadap koleksi yang baru diperoleh, baik melalui pembelian, tukar menukar produksi internal maupun hadiah atau hibah.
 Penambahan eksemplar atas judul-judul yang pernah ada.
 Penyuntingan atau koreksi-koreksi yang diperlukan terhadap sebuah rekor atau cantuman.
 Penghapusan atas rekor atau cantuman yang tidak diperlukan lagi seperti karena buku telah hilang, rusak atau oleh sebab lainnya.
Pengolahan juga melakukan kegiatan digitalisasi koleksi terutama terhadap koleksi-koleksi internal yang tidak diterbitkan secara masal dan jumlahnya sangat terbatas, seperti: hasil penelitian dosen, skripsi, tesis, disertasi makalah-makalah seminar baik sendiri-sendiri atau dalam bentuk prosiding koleksi-koleksi langka setempat, juga artikel-artikel atau koleksi-koleksi penting lainnya dari hasil unduhan (download) dari internet.
2.4.3 Penyediaan Akses Terhadap Sumber Daya Informasi (Pelayanan) Pemakai
Penyediaan akses terhadap sumber daya informasi (pelayanan) pemakai adalah bagian diperpustakaan yang berhadapan langsung dengan masyarakat pengguna untuk memberikan layanan informasi dan bahan pustaka yang mereke butuhkan menurut sistem atau aturan yang telah ditentukan.
Salah satu hal terpenting dalam pelayanan perpustakaan adalah menekan sekesil mungkin ketidaknyamanan pengguna dalam menggunakan koleksi perpustakaan. Peningkatan mutu pelayanan menjadi upaya yang seharusnya dilakukan secara berkelanjutan, antara lain dengan memperluas akses tidak saja terbatas pada koleksi cetak, tetapi juga menghubungkan pengguna kepada belantara informasi yang banyak tersedia di WEB/internet. Dalam hal ini perpustakaan menyediakan sejumlah komputer sebagai terminal yang terhubung ke internet.Penyediaan layanan internet ini betujuan untuk memungkinkan pengguna dapat memperoleh informasi yang bersumber dari WEB. Kegiatan ini pada dasarnya sama dengan menyediakan bahan pustaka cetak yang merupakan kegiatan rutin pada perpustakaan tradisional.
Disamping penyediaan layanan internet dengan menyediakan komputer yang terhubung langsung ke internet, kini yang tengah menjadi trend dan banyak dilakukan oleh perpustakaan adalah dengan menyediakan hotspot area. Yang dimaksud dengan hotspot area disini adalah ruang atau area khusus yang disediakan untuk para pengguna perpustakaan, dimana para pengguna perpustakaan dengan membawa laptop sendiri mereka dapat mengakses internet. Pengguna dapat melakukan sendiri penelusuran, atau dengan memesan bahan yang mereka perlukan kepada pustakawan. Dalam hal ini pengetahuan dan pengalaman pustakawan dalam penelusuran menjadi sangat penting karena dapat meningkatkan efisiensi pustakawan dan pengguna.
Pustakawan sesuai dengan peran dasarnya, dalam menyediakan akses internet dapat bertindak sebagai:
• Pembimbing, terutama bagi pengguna yang baru.
• Konsultan, seperti layaknya fungsi pustakawan referens.
• Pengawas, untuk pengguna yang tidak produktif.
• Penelusur, berdasarkan pesanan pengguna.
• Ediseminator, untuk penyebarluasan informasi tentang bahan WEB.
• Organisator, untuk mengorganisasikan bahan-bahan WEB.
Pada era perpustakaan digital kini, memiliki sendiri sumber informasi dapat lebih mahal daripada menyediakan akses online. Dengan kata lain, pada tingkat tertentu memiliki sendiri sumber informasi bisa lebih mahal daripada menyediakan akses. Dalam hal ini mungkin kombinasi keduanya merupakan pilihan trbaik saat ini, dimana buku-buku lebih banyak dalam bentuk memiliki (cetak) dan jurnal lebih dominan dalam bentuk akses (elektronik).
2.5 Analisis dan Pendapat Penulis
Perjalanan perpustakaan sekolah tidaklah semulus yang diharapkan. Ada beberapa hal yang sering menghambat fungsi perpustakaan sekolah.
Pertama, terbatasnya ruang perpustakaan yang hanya menempati ruang sempit dengan tanpa memperhatikan kesehatan dan kenyamanan. Kesadaran dari pihak sekolah sebagai penyelenggara sangatlah kurang. Perpustakaan hanyalah untuk menyimpan koleksi bahan pustaka saja. Pengunjung tidak merasa nyaman membaca buku diperpustakaan sehingga perpustakaan dipandang sebagai tampat yang kurang bermanfaat. Dengan melihat keadaan diatas sepertinya pihak sekolah kurang menyadari tentang pentingnya perpustakaan. Keberadaan perpustakaan hanyalah untuk pelengkap saja.
Kedua, keterbatasan bahan pustaka baik dalam hal jumlah, variasi maupun kualitasnya. Keberadaan bahan-bahan pustaka yang bermutu dan bervariasi sangatlah penting. Dengan banyaknya variasi bahan pustaka anak akan semakin senang berada diperpustakaan. Kegemaran membaca dapat tumbuh subur sehingga kemampuan bahasa siswa dapat berkembang baik dan dapat membantu anak dalam memahami pelajaran-pelajaran lainnya. Mengingat kemampuan bahasa merupakan kemampuan dasar yang sangat berpengaruh dalam belajar. Begitu juga jika bahan pustakanya bermutu, maka anak akan banyak memperoleh pengetahuan yang berguna dalam hidupnya. Namun untuk mengadakan bahan pustaka yang banyak dan bervariasi dibutuhkan dana yang sangat besar mengingat harga bahan pustaka yang biasanya mahal, lebih-lebih jika bahan pustaka tersebut bermutu.
Ketiga, terbatasnya jumlah petugas perpustakaan (pustakawan). Banyak perpustakaan sekolah yang tidak ada petugasnya atau hanya merupakan tugas sambilan. Maksudnya, mereka bukan petugas yang hanya mengurus perpustakaan saja sehingga sering tugas diperpustakaan jadi dikesampingkan dan perpustakaan dianggap kurang bermanfaat. Lebih-lebih bertugas diperpustakaan adalah pekerjaan yang sangat menjenuhkan baik dalam hal pelayanan pengunjung maupun perawatan bahan pustaka yang ada, sehingga dibutuhkan suatu kesadaran yang tinggi.
Keempat, kurangnya promosi penggunaan perpustakaan menyebabkan tidak banyak siswa yang mau memanfaatkan jasa layanan perpustakaan. Anak kurang tahu tentang kegunaan perpustakaan, begitu juga dengan bahan pustakanya. Dia membutuhkan dorongan dan ajakan untuk berkunjung keperpustakaan.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi diperpustakaan sekolah khususnya yang berada di daerah pedesaan masih kurang. Pemanfaatan TIK hanya sebagai fungsi otomasi sistem administrasi belum mencapai kepemanfaatan akses internet. Lain halnya didaerah perkotaan. Bukan jamannya lagi mencari-cari buku dari katalog kusam diperpustakaan. Peran teknologi informasi dan komunikasi telah banyak digunakan untuk memudahkan para pengguna perpustakaan agar bisa menemukan buku favoritnya. Dengan hanya mengetik judul buku atau nama pengarang pada layar komputer, informasi mengenai posisi serta keberadaan buku yang kita cari akan segera tersaji di layar komputer.
Perkembangan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi bagi pengelola perpustakaan dapat membantu pekerjaan di perpustakaan melalui fungsi otomasi perpustakaan sehingga proses pengelolaan perpustakaan lebih efektif dan efisien. Fungsi otomasi perpustakaan menitikberatkan pada bagaimana mengontrol sistem administrasi layanan secara otomatis terkomputerisasi. Sedangkan bagi pengguna dapat membantu mencari sumber informasi yang diinginkan dengan menggunakan catalog online yang dapat diakses melalui internet, sehingga pencarian informasi dapat dilakukan kapan dan dimanapun ia berada.

BAB III
KESIMPULAN

Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di perpustakaan memang sudah merupakan keharusan, agar perpustakaan tetap diminati dan tidak termarginalkan. Pemanfatan teknologi informasi dan komunikasi secara positif, kreatif dan konstruktif menjadikan kegiatan dan operasi perpustakaan berjalan lebih sinerji, harapan masyarakat pengguna perpustakaan terpenuhi dan efektivitas layanan perpustakaan dapat dicapai. Perpustakaan mempunyai peranan penting apabila dikelola dengan baik sehingga memberikan dampak positif bagi kecerdasan dan kehidupan bangsa. Diwujudkannya perpustakaan modern (digital) dan penerapan otomasi perpustakaan dapat memberikan kesempatan kepada pengguna mengembangkan pengetahuannya secara mandiri.
Perpustakaan sekolah dapat dijadikan sebagai sarana alternatif pembelajaran mandiri. Perbaikan manajemen merupakan strategi memperbaiki citra perpustakaan, sehingga perpustakaan menjadi sebuah pusat informasi yang modern dan profesional. Dengan menerapkan dan memanfaatkan TIK dalam otomasi perpustakaan, kita berharap sekolah dapat mewujudkan bentuk perpustakaan yang modern sehingga berman faat serta dapat ikut mencerdaskananak bangsa karena perpustakaan digunakan sebagai sarana memperoleh informasi untuk dasar mengembangkan ilmu pengetahuan.

DAFTAR PUSTAKA

http://media.diknas.go.id/media/document/5635.pdf

http://fedri.hidayat.blogspot.com/2009/09/perpustakaan-berbasis-teknologi.html

http://warintek08.wordpress.com/tes/

http://tik-sdntilote.blogspot.com/2009/05/pemanfaatan-teknologi-informasi-dan.html.

Kumpulan Artikel Aplikasi Multimedia Dalam Pembelajaran.

MAKALAH 2 BY: YULIANDARI (0702990/5)

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Sejalan dengan kemajuan teknologi informatika yang demikian pesatnya melahirkan internet sebagai sebuah fenomena dalam kehidupan umat manusia. Kehadirannya telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan manusia dalam berbagai aspek dan dimensi. Internet telah menghadirkan kemudahan bagi setiap orang bukan hanya sekedar untuk berkomunikasi tapi juga melakukan transaksi bisnis kapan dan dimana saja.
Banyak keluarga telah menggunakan jasa langganan internet dengan mudah. Begitu juga dengan kehadiran telepon seluler yang memungkinkan akses dimana dan kapan saja. Bahkan kehadiran warnet sekarang menjadi trend baru yang memberi dampak luar biasa terhadap perkembangan internet. Dan akibatnya kebiasaan hidup dan perilaku masyarakat termasuk anak usia sekolah mengalami perubahan, jiwa anak berkembang tanpa adanya kontrol dari keluarga. Mereka bebas menyerap segala informasi dari manapun media massa, sekolah, dll. Hal itu yang dalam sebagian masyarakat dapat memberikan dampak negatif, meskipun banyak manfaat positif yang didapat. Apa dan bagaimana usaha yang dilakukan guru dan orang tua untuk melindungi anak mereka? Untuk itu dengan adanya makalah ini dapat memberikan sedikitnya gambaran kepada guru dan orang tua mengenai internet, dampaknya serta bagaimana menggunakan internet yang aman khususnya bagi anak usia sekolah.

1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang dikaji dalam penulisan makalah ini tersusun dalam bentuk pertanyaan berikut ini:
• Apa dan seperti apakah internet itu?
• Bagaimana perkembangan anak usia sekolah dalam menghadapi era globalisasi khususnya kemajuan teknologi saat ini?
• Bagaimana penggunaan internet pada anak usia sekolah?
• Apa saja manfaat yang diperoleh dari internet?
• Seberapa besar dampak internet untuk anak usia SD?
• Bagaimana mengenalkan Internet dengan baik pada anak sekolah?

1.3 Tujuan
Tujuan penulisan makalah diantaranya sebagai berikut:
• Merupakan tugas UTS mata kuliah Dasar Teknologi Informasi Komunikasi .
• Mengetahui penggunaan internet oleh siswa SD.
• Untuk mengetahui manfaat internet khususnya dalam pendidikan.
• Dapat mengidentifikasi dampak TIK dalam perkembangan anak usia sekolah.
1.4 Manfaat
• Bagi siswa :
☺Dapat menambah wawasan dibidang TIK khusunya internet.
☺ Dapat mengetahui manfaat penggunaan internet.
☺Dapat mengetahui dampak positif dan negative dari penggunaan internet.
☺Dapat melatih sikap siswa dalam cara menggunakan internet yang baik.
• Bagi Guru dan Orang Tua:
☺Dapat mengetahui berbagai manfaat dan dampak penggunaan internet pada anak.
☺Dapat menambah wawasan tentang internet serta perkembangannya.
☺Dapat mengetahui solusi terbaik untuk mengatasi dampak negative dari internet pada anak.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Internet
2.11 Pengertian Internet
Internet kepanjangan dari “interconnected network” adalah jaringan komputer yang terhubung secara internasional dan tersebar diseluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber informasi. Jaringan ini meliputi jutaan pesawat komputer yang terhubung satu dengan yang lainnya dengan memanfaatkan jaringan telepon (baik kabel maupun gelombang elektromagnetik). Jaringan internet dengan dukungan software dan hardware yang dibutuhkan. Untuk bergabung dalam jaringan ini, satu pihak (dalam hal ini provider) harus memiliki program aplikasi serta bank data yang menyediakan informasi dan data yang dapat diakses oleh pihak yeng tergabung dalam internet.
2.12 Sejarah internet
Sejarah dari adanya internet dimulai pada tahun 1969, ketika itu Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Project Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana cara menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan.
Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi popular. Pada tahun yang sama, icon @ juga diperkenalakan sebagai lambang penting yang menunjukkan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan computer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada diluar Amerika yang menjadi anggota jaringan ARPANET. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Pada tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishement di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada tahun 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat jaringan computer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan system nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atu Domain Name System. Computer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melabihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah computer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarlo Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melinjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bias menjelajahi antara atu computer dengan computer lainnya, yang membentuk hjaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.
Tahun 1992, computer yang saling tersambung jaringan sudah melampaui sejuta computer dan ditahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! Didirikan yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0. (Dikutif dari Eddy Purwanto dan Tim Sub Bag Jaringan Informasi IPTEK, JIIPP).
Dari pembahasan diatas kita mengetahui tentang pengertian dan sejarah internet. Diketahui dalam perkembangannya internet berkembang sangat pesat di era globalisasi ini. Dengan berbagai informasi yang didapat serta akses yang cepat serta harga murah, internet dapat dijangkau oleh berbagai orang termasuk diantaranya anak usia sekolah. Seseorang dapat dengan mudah mencari informasi yang ingin diketahui. Dengan hanya mengetikkan kata pada mesin pencari ( search engine), ada banyak situs web yang dapat dirujuk tentang informasi tersebut. Adapun fasilitas internet yang sering digunakan :
• E-mail , dengan adanya e-mail dapat memungkinkan seseorang dapat mengirim sebuah surat untuk orang lain dengan mudah dan cepat.
• World Wide Web atau “www” , kumpulan halaman yang digunakan untuk menampilkan berbagai informasi, gambar gerak, suara, dan atau gabungan dari semua itu yang membentuk satu rangkaian yang saling dihubungkan dengan link. Contohya: www. yahoo.com, www. Google.com, www. Facebook.com, dll.
• Mailing List
• Newsgroup,dsb.

2.2 Perkembangan anak dalam menghadapi kemajuan teknologi
Saat ini kehidupan manusia baik di masa sekarang ataupun masa datang tidak bisa dilepaskan dari teknologi. Salah satu bentuk teknologi yang sangat cepat perkembangannya adalah teknologi informasi atau yang lebih dikenal dengan IT. Tuntutan perkembangan jaman dan masa peralihan menuntut individu-individu untuk dapat bersaing ketat. Akibatnya para orang tua dan sekolah lebih fokus pada perkembangan intelegensi anak dari pada perkembangan jiwanya.
Anak adalah individu yang akan melakukan tindakan belajar. Pendidikan yang dilakukan tidaklah hanya dapat memberikan sesuatu kepada anak, tetapi juga diharapkan dapat mengembangkan dan menumbuhkan potensi yang telah ada pada anak tersebut. Oleh karena itu pengembangan kurikulum yang dilakukan harus bertolak pada kebutuhan anak serta sesuai dengan tingkat-tingkat perkembangan jiwa anak, serta bakat dan minat anak.
Dengan adanya pengenalan dan penggunaan teknologi informasi pada anak usia sekolah diharapkan selain anak dapat mengikuti perkembangan jaman juga anak dapat mengembangkan kemampuan dan potensinya secara optimal.
Salah satu produk teknologi informasi dan komunikasi yaitu internet. Teknologi internet telah menjadi sesuatu hal yang tidak asing lagi saat ini. Berbagai sektor bahkan hampir tidak dapat dipisahkan dari TIK ini. Tidak dapat dihindarkan adalah penggunan internet oleh anak usia sekolah khususnya sekolah dasar. Orang tua perlu bijaksana mengenalkan teknologi ini kepada anak sebab ada bahaya yang mengancam dibalik berbagai kemudahan dan manfaat yang ditawarkan. Banyak anak yang ketagihan atau kecanduan internet, sehingga mereka betah berlama-lama di depan computer sehingga lupa akan kewajiban mereka bahkan untuk belajar. Salah satu penyebab seorang anak begitu menyukai internet dikarenakan mereka mendapatkan suatu pengalaman baru dan mereka bisa mendapatkan kenyamanan. Seorang anak yang masih lugu belum dapat menilai baik atau buruknya suatu hal, maka seorang anak usia sekolah khususnya anak usia 8-12 tahun sering menjadi sasaran kejahatan teknologi khususnya dalam hal ini internet. Pada usia ini, otak depan seorang anak belum berkembang dengan baik. Sedangkan otak depan adalah pusat untuk melakukan penilaian, perencanaan dan menjadi eksekutif yang akan memerintahkan tubuh untuk melakukan sesuatu. Pada otak belakang merupakan pendukung dari otak depan. Disini juga dihasilkan dopamine yaitu hormon yang menghasilkan perasaan nyaman, rileks atau fly pada seseorang. Sehingga tidak heran bila anak akan merasa senang dengan internet bahkan kecanduan. Bahayanya bila anak kecanduan pada pornografi yang ada di internet karena biasanya hal tersebut akan melekat dan sulit untuk dihilangkan dalam pikiran anak dalam jangka waktu yang cukup lama.
Sehingga ,perkembangan teknologi internet yang semakin pesat, dewasa ini telah memunculkan kekhawatiran orang tua dan guru akan akses pada anak-anak. Berbagai informasi dari segala bidang serta kemudahan akses. Dikhawatirkan anak membuka situs-situs yang berdampak buruk dan belum sewajarnya didapat anak pada masa perkembangannya. Oleh karena itu diharapkan pengenalan TIK khusunya internet dilakukan secara bijaksana dan penuh kehati-hatian sehingga akan memberikan dampak positif yang luar biasa bagi perkembangan pendidikan anak. Melihat karakter perkembangan jiwa anak usia SD yang masih rentan, maka orang tua, guru, pemerintah seharusnya melindungi perkembangan jiwa anak-anak. Salah satunya melalui kegiatan pendidikan.

2.3 Penggunaan internet oleh anak SD
Pada era globalisasi dan industrialisasi ini, masyarakat diperkenalkan dengan berbagai produk berupa barang, jasa, dan system tenopraktis. Produk-produk tersebut dapat berupa alat perlengkapan hidup, buku-buku bacaan, system dan program pendidikan serta pelatihan, gaya hidup, dll. Dengan kehadiran berbagai produk tersebut menimbulkan keterkejutan budaya atau shock culture pada masyarakat dengan berbagai bentuk reaksi. Tidak dapat dielakkan lagi, kehadiran produk-produk ini menyentuh kehidupan anak-anak usia sekolah. Ada bermacam-macam produk yang beredar di masyarakat sebagai hardware atau life ware (barang dan alat hidup) diantaranya yaitu internet (Dimyati, 2001). Dan akibat sentuhan produk-produk tersebut, kebiasaan hidup dan perilaku masyarakat juga anak usia sekolah mengalami perubahan.
Tuntutan perkembangan zaman dan masa peralihan menuntut individu-individu untuk bersaing ketat. Akibatnya para orang tua dan sekolah lebih fokus pada perkembangan intelegensi anak dari pada perkembangan jiwanya. Tanpa disadari orang tua dan sekolah memberi kemudahan dan menyediakan fasilitas-fasilitas agar anak lebih cerdas dan belajar, tanpa tindakan antisipasi atau pendampingan saat mereka memanfaatkan fasilitas tersebut. Hal ini tentu kurang bijaksana. Kita ketahui bahwa internet sebagai salah satu produk TIK yang berkembang pesat saat ini memiliki akses yang begitu luas, dapat ditemui dimanapun dan kapanpun serta tanpa memandang batas usia. Oleh karena itu pengenalan dan penggunaan internet khususnya oleh anak usia sekolah dapat ditemukan dalam kehidupan mereka sehari-hari baik di sekolah, masyarakat ataupun keluarga. Internet dapat membuka seluruh dunia baru untuk mengajarkan keterampilan-keterampilan, baik kognitif maupun emosional dan social kepada anak-anak. Internet memberikan banyak manfaat, tentunya bila digunakan secara tepat karena bila tidak akan menyebabkan kerugian salah satunya perubahan perilaku. Seperti televisi, internet juga memiliki dampak negative terhadap perkembangan jiwa anak. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi guru dan orang rua yang memiliki anak usia sekolah.
Salah satu situs berita di internet misalnya menggambarkan bahwa seorang siswa SD ketahuan oleh gurunya memiliki video porno diponselnya. Darimana seorang anak kecil mendapatkan material dewasa seperti itu serta untuk apa mereka memilikinya. Mungkin saja mereka mendapatkannya dari warung interet yang ada dilingkungan anak. Dari hal tersebut penulis menganggap bahwa memang tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi sekarang telah mewabah dan mewarnai segenap aspek kehidupan. Termasuk kebutuhan dalam mendapatkan informasi dan hiburan. Tidak hanya bagi orang dewasa namun anak sekolah dasarpun telah mengenal dan memanfaatkannya meski sering kali hanya untuk kesenangan semata.
Perkembangan teknologi internet yang semakin pesat ini telah memunculkan kekhawatiran bagi orang tua dan guru akan akses pada anak-anak. Kemudahan akses atau sambungan internet yang didapatkan dengan mudah. Penulis melihat bahwa bukan pemandangan yang asing lagi bila melihat serombongan siswa berusia dibawah dua belas tahun berkumpul di warnet. Sebagian bermain game on line hingga berjam-jam. Tidak sedikit pula yang mengakses berbagai alamat situs di internet. Fenomena ini sedikitnya membawa dua pemikiran yang kontradiktif. Disatu sisi, pengenalan teknologi informasi dan komunikasi sejak dini merupakan “starting point” yang baik. Dari tinjauan pembelajaran, mengenalkan konsep digital kepada anak akan menyiapkan mereka dalam menghadapi perkembangan masa depan yang semakin diwarnai ketergantungan pada teknologi. Kondisi ini bukan tanpa syarat. Bimbingan dan pembinaan oleh orang yang lebih dewasa termasuk orang tua sangat diperlukan. Melalui penggunaan TIK setiap anak akan terangsang untuk belajar maju berkelanjutan sesuai dengan potensi dan kecakapan yang dimilikinya. Pembelajaran dengan menggunakan TIK menuntut kreativitas dan kemandirian diri sehingga memungkinkan mengembangkan semua potensi yang dimilikinya. Pengenalan internet secara bijaksana dan penuh kehati-hatian akan memberi dampak positif pada anak. Pada sisi lain, internet juga membawa material negative dalam kehidupan terutama anak-anak. Bahkan pada siswa sekolah atau mahasiswa pun, pengaruh buruk pornografi lewat internet itu masih bisa terjadi. Peran orang tua dalam memberikan penjelasan dan pemahaman yang benar tentang manfaat dan kegunaan internet akan menghindarkan anak dari pengaruh buruk itu. Internet harus diperkenalkan sebagai alat bantu yang memudahkan penyelesaian berbagai persoalan. Untuk mencari informasi bagi kepentingan pembelajaran, membantu proses pembelajaran maupun kepentingan lain dalam dunia pendidikan.

2.4 Manfaat internet
Secara umum manfaat internet sekarang sudah dapat dirasakan oleh berbagai kalangan ada banyak manfaat yang diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet. Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet :1. Informasi untuk kehidupan pribadi, misalnya : kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, social. 2. Informasi untuk kehidupan professional/pekerja, misalnya: sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi.
Manfaat internet sebagai salah satu media terbesar didunia bisa digunakan sebagai pendorong majunya pendidikan masa depan. Teknologi internet hadir sebagai media multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpersonal atau secara masal yang dikenal one to many communication tanpa mengenal batas jarak dan waktu. Berdasarkan hal tersebut, maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas, yaitu:
a) Sebagai media interpersonal dan masa
b) Bersifat interaktif
c) Memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron
Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensial. Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. Selain itu internet mampu menghilangkan jarak antara pakar dengan pelajar. Suasana yang hangat dan nonformal ternyata menjadi cara pembelajaran yang efektif. Berikut adalah manfaat penggunaan teknologi informasi:
a. Arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batas waktu dan tempat,
b. Kemudahan mendapatkan resource yang lengkap,
c. Aktifitas pembelajaran pelajar meningkat,
d. Daya tampung meningkat,
e. Adanya standarisasi pembelajaran,
f. Meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas.
Sehingga dari uraian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. Kehadiran internet bersifat suplementer dan pelengkap. Metode konvensional masih tetap diperlukan, hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain.
Walaupun ada banyak manfaaat yang diberikan oleh situs web, juga ada banyak masalah yang timbul. Masalah yang paling besar adalah informasi yang disebarkan di internet tidak selalu benar.

2.5 Dampak internet untuk anak usia SD
Banyak orang tua yang ketakutan luar biasa ketika anaknya mulai mengenal internet, alasannya bervariasi entah karena takut anaknya mengakses situs-situs dewasa, atau karena takut kehidupan sosial anaknya akan terganggu, atau karena anaknya nantinya akan menjadi manusia introvert yang tidak peduli terhadap lingkungannya, dan banyak lagi yang menjadi ketakutan luar biasa. Mengingat saat ini jumlah komputer yang telah dihubungkan dengan internet diseluruh dunia terus bertambah setiap hari. Saat ini jumlah situs web mencapai jutaan, bahkan mungkin triliyunan isinya memuat bermacam-macam topic. Tentu saja situs-situs itu menjadi sumber informasi baik positif ataupun negatif. Adalah sesuatu yang wajar apabila orangtua memiliki ketakutan seperti itu, sebagai orang tua pasti ingin anak-anaknya menjadi anak yang baik dan terhindar dari hal-hal yang akan mempengaruhi jiwa anaknya. Dan internet dianggap sebagai pemicu yang akan menyebabkan anaknya akan menemui hal-hal yang tidak baik nantinya.
Sebetulnya ketika internet hadir ketengah-tengah masyarakat, maka tak ubahnya internet tersebut sebagai pedang berbilah dua, yang satu siap memberikan manfaat dan yang satu siap memberikan mudarat. Sebagai suatu teknologi, tentunya internet akan memberikan manfaat, tapi disamping itu juga tentunya akan membawa dampak lainnya, salah satunya dampak negative. Hal tersebut sebetulnya biasa, karena semua perangkat selain internet pun pada awalnya dianggap seperti demikian. Ketika internet ditakuti oleh orang tua, maka penyikapan yang lebih arip yang semestinya dilakukan para pemerhati internet adalah berupa penanaman sikap bahwa internet bukanlah hal yang monster, sebab tergantung bagaimana kita (sebagai orangtua dan guru) menyikapinya.
Sebenarnya dampak apa saja yang ditimbulkan dari pengaruh internet tersebut dapat digolongkan kedalam 2 macam, diantaranya:
 Dampak negative
Dampak negative yang ditimbulkan diantaranya perkembangan sosial anak yang akan terhambat, anak akan menjauh dari kehidupan sosialnya, cenderung introvert, dan akan susah berinteraksi dengan komunitas seusianya. Karena anak cenderung asyik dengan kehidupannya sendiri tidak cuma informasi yang bervariasi tapi juga pertemanan yang sedemikian mengasyikannya. Selain itu bisa membuat anak kecanduan terutama yang menyangkut pornografi. Dampak tersebut diantaranya diakibatkan oleh hal-hal berikut:
Pornografi. Anggapan bahwa internet identik dengan pornografi memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet pornografi pun merajalela. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi dan kekerasan yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seorang untuk bertindak kriminal. Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan. Karena segi bisnis dan isi pada dunia internet tidak terbatas, maka pemilik situs menggunakan segala macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang bersifat tabu. Pornografi dapat merusak masa depan anak karena gambar-gambar cabul yang ada di situs web porno biasanya akan melekat dan sulit untuk dihilangkan dalam pikiran anak dalam jangka waktu yang cukup lama.
Penipuan . Internet tidak luput dari serangan penipuan. Cara terbaik adalah tidak mengindahkan hal ini atau mengkonfirmasi informasi yang didapatkan pada penyedia informasi tersebut.
Perjudian . Dengan jaringan yang tersedia para penjudi tidak perlu pergi ke tempat khusus untuk memenuhi keinginannya.
Contoh kasus bahwa anak-anak kabur meninggalkan rumah karena terbujuk sahabat pena dari internet, dan yang lebih parah lagi terdapat kasus bunuh diri oleh seorang anak akibat terjerumus dibawah pengaruh situs tertentu yang tidak bertanggungjawab. Selain perkembangan sosialnya yang terganggu, ancaman informasi yang belum semestinya mereka dapatkan juga memberikan dampak luar biasa terhadap jiwanya. Dan mungkin diantara ketakutan orang tua ketika anaknya mengenal internet adalah situs porno.
 Dampak positif
Dampak positif dari internet bagi anak adalah :
1. Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakan dimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya.
2. Media pertukaran data, dengan menggunakan e-mail, www(world wide web)/jaringan situs web para pengguna internet diseluruh dunia dapat saling bertukar informasi yang penting dengan cepat dan murah.
3. Media untuk mencari informasi atau data, anak akan lebih mudah mencari informasi untuk menyelesaikan tugas-tugas sekolahnya, lebih cepat memperoleh hal-hal yang dapat mendukung perangkat belajar mereka disekolah secara cepat, dan ini mungkin untuk anak lebih cerdas. Sebab pada dasarnya pengetahuan bisa diakselerasikan dengan informasi yang lebih cepat, bukan dengan pengenalan belajar yang biasa.
4. Kemudahan memperoleh Informasi yang ada pada internet sehingga kita tahu apa saja yang terjadi.
5. Bisa digunakan sebagai lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan dan lain-lain.
6. Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergi menuju ke tempat penawaran/perjualan.
Kedua dampak tersebut dapat memberikan manfaat terhadap perkembangan anak dengan kehadiran internet tersebut . Caranya dengan peran aktif orang tua dengan guru dalam mengarahkan bagaimana teknologi dapat digunakan dengan benar sehingga diperoleh manfaat dirinya. Jadi tidak hanya memelihara ketakutan terhadap anak tanpa adanya peran. Sebab pada akhirnya internet adalah sebuah teknologi yang tidak bisa tidak, pasti akan masuk keranah anak-anak tersebut, dan tidak bisa tidak untuk dihindari, dicegah seketat apapun, sebab anak kita hidup di abad teknologi.

2.6 Cara memperkenalkan internet dengan baik pada anak
Sebagai orang yang akan diposisikan sebagai seorang pendidik, dalam hal ini tentu yang pertama harus diperhatikan adalah target mengajar dari kurikulum yang telah ditetapkan. Untuk mempertimbangkan bagaimana cara memperkenalkan internet yang baik pada anak, penulis merasa harus mempertimbangkan banyak alasan untuk dijadikan dasar sebagai pencarian solusi yaitu dengan mengacu pada pembahasan sebelumnya, diantaranya sebagai berikut:
• Pertama, alasan untuk memperkenalkan internet kepada anak usia sekolah adalah karena tuntutan zaman, karena bagaimanapun juga internet adalah sebuah teknologi baru yang wajib dikuasai oleh masyarakat Indonesia (khususnya masyarakat sekolah), karena kita tidak bisa tidak untuk menghindar dari teknologi tersebut jika kita ingin survive di abad berteknologi ini.
• Kedua , bahwa internet merupakan sebuah kebutuhan tetapi juga permasalahan, dimana dua hal ini jika tidak diterjemahkan kedalam pembelajaran yang tepat, maka akan sedikit memberikan manfaat kepada anak didik dan malah menjerumuskan mereka kedalam hal-hal buruk.
• Ketiga, alasan keterkaitan internet dalam pendidikan terutama untuk pembelajaran bahwa penulis tidak mau jika pembelajaran internet malah akan memberikan dampak yang merugikan anak, baik kepada perkembangan si anak maupun pada instansi lembaga pendidikan yang telah menerapkan pembelajaran melalui internet.
Dari ketiga alasan tersebut lahirlah sebuah kehati-hatian, serta menyisipkan sebuah persepsi bahwa internet hanyalah sebuah teknologi yang suatu waktu pasti berganti, dan internet hanyalah sebuah aflikasi yang gunanya untuk membantu kita termasuk anak dalam menyelesaikan masalah, dan internet tidak akan ada gunanya bila berada ditangan yang salah. Untuk itu cara mencegah dampak negative internet dan memperkenalkan internet dengan baik pada anak usia sekolah diantaranya:
o Mulailah memperkenalkan sejarah internet sampai pada perkembangan saat ini. Sehingga anak tidak hanya bisa mengaplikasikan atau menggunakan internet saja, tetapi juga memperoleh pengetahuan secara teoritis mengenai internet. Namun tentu saja menggunakan metode yang baik agar penjelasan kita bisa didengar dan masuk kedalam ingatan anak.
o Perkenalkan anak pada hal-hal yang menarik. Banyak sekali hal-hal yang menarik dapat kita perkenalkan pada anak, seperti games, dan paket content yang menarik lainnya. Anak-anak usia sekolah pasti sangat tertarik terhadap sesuatu yang bersifat permainan, tapi tentunya tidak menyesatkan anak kita dengan situs-situs permainan yang tidak memberi manfaat, cari situs-situs permainan yang menyisipkan nilai pelajarannya.
o Perkenalkan anak pada hal yang mendidik. Banyak sekali layanan content yang menyediakan aplikasi untuk anak berasosiasi pendidikan, dan biasanya dikemas dengan tampilan dan tool-tool aktraktif. Dan ingat mendidik disini disesuaikan dengan kebutuhan anak tersebut, disesuaikan dengan kondisi dan minat serta pelajaran yang ada PR misalnya. Contoh situs sehat untuk anak:
http://kids.yahoo.com/
http://www.Funbrain.com
http://www.Nick.com
http://www.Funschool.com
http://www.Learningplanet.com
Setelah pengenalan dan praktik sebaiknya yang dilakukan adalah memberikan pandangan tentang situs-situs yang telah kita kenalkan tersebut, dan jangan lelah untuk tetap menyisipkan nilai-nilai agama kepada mereka.
o Adanya software untuk preventif yaitu pencegahan dapat dilakukan dengan memasang software pengaman yang akan membatasi anak untuk tidak mengakses situs atau gambar yang tidak layak.
o Orang tua perlu memiliki pengetahuan tentang internet. Selayaknya orang tua jangan menganggap diri terlalu tua atau sudah tidak perlu mempelajari internet atau gaptek (gagap teknologi). Karena bila itu terjadi anak dapat saja membiarkan orang tua tidak memahami teknologi sehingga berpikir tidak ada dampak negative dari internet.
o Jaga komunikasi yang baik dengan anak : khusus untuk para orang tua tetaplah berada disisi anak ketika mereka sedang melakukan sesuatu. Tanyakan favorit apa yang mereka lihat, biarkan mereka mengajarkan pada kita tentang penggunaan internet. Jika kita concern pada kegiatan anak pada ketika online, cobalah untuk berbicara pada mereka. Sehingga komputer menjadi kegiatan keluarga yang dapat dinikmati dan di diskusikan bersama. ( Buletin LEPISI Vo.8 No. 10 Juli 1995)
o Batasi penggunaan internet : jangan biarkan anak terlalu asyik di dunia maya, tetapkan berapa jam anak boleh menggunakan internet dan situs apa saja yang boleh diakses.

MAKALAH3 BY: VINA SAFINATUNAJA

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Era globalisaai teknologi informasi tidak dapat dihindarkan lagi dan peran Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) telah merambah di segala bidang kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Beberapa jenjang sekolah, termasuk sebagian kecil sekolah dasar, kini para siswa telah diberi sebuah mata pelajaran yang berhubungan dengan teknologi informasi dan komunikasi sehingga diharapkan para siswa setidaknya sudah tidak asing dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.
Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi dimaksudkan untuk mempersiapkan peserta didik agar mampu mengantisipasi pesatnya perkembangan tersebut.
Mata pelajaran ini perlu diperkenalkan, dipraktikkan dan dikuasai peserta didik sedini mungkin agar mereka memiliki bekal untuk menyesuaikan diri dalam kehidupan global yang ditandai dengan perubahan yang sangat cepat. Untuk menghadapi perubahan tersebut diperlukan kemampuan dan kemauan belajar sepanjang hayat dengan cepat dan cerdas. Hasil-hasil teknologi informasi dan komunikasi banyak membantu manusia
untuk dapat belajar secara cepat. Dengan demikian selain sebagai bagian dari
kehidupan sehari-hari, teknologi informasi dan komunikasi dapat dimanfaatkan untuk merevitalisasi proses belajar yang pada akhirnya dapat mengadaptasikan peserta didik dengan lingkungan dan dunia kerja.
Mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi diajarkan sebagai salah satu mata pelajaran Keterampilan yang pelaksanaannya dapat dilakukan secara terpisah atau bersama-sama dengan mata pelajaran keterampilan lainnya.
Keharusan guru dalam mendorong dan mendukung siswa kearah kreatif pemanfaatan TIK mutlak dilaksanakan. Untuk itu peranan guru sangat dibutuhkan demi keseimbangan penguasaan dan pengemasan informasi yang bakal dihadapkan dan disajikan kepada siswanya. Sebagian besar kondisi guru masih belum optimal, bahkan masih banyak yang belum dapat memanfaatkan kemajuan TIK atau dengan kata lain masih gagap.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana peranan penggunaan TIK dalam pendidikan?
2. Sejauh mana pemanfaatan TIK oleh guru?
3. Faktor-faktor apa saja yang menjadi kendala dalam pemanfaatan TIK dan upaya mengatasinya?

C. Tujuan dan Manfaat Penulisan
1. Memenuhi tugas UTS Mata Kuliah Dasar Pendidikan Teknologi Informasi dan Komunikasi.
2. Sebagai penambah wawasan bagi penulis.
3. Mengetahui pemanfaatan TIK oleh guru dalam pembelajaran.
4. Mengetahui peranan penggunaan TIK dalam pendidikan
5. Memberikan informasi bagi guru/calon guru tentang TIK dan pemanfaatannya dalam proses pembelajaran.
6. Mengetahui Faktor-faktor yang menjadi kendala dalam pemanfaatan TIK dan upaya untuk mengatasinya

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian TIK
1. Pengertian Teknologi
Kata teknologi berasal dari bahasa Yunani, technologia, techne yang berarti ‘keahlian’ dan logia yang berarti ‘pengetahuan’. Dalam pengertian yang sempit, teknologi mengacu pada objek benda yang dipergunakan untuk kemudahan aktivitas manusia, seperti mesin, perkakas, atau perangkat keras.
Dalam pengertian yang lebih luas, teknologi dapat meliputi pengertian sistem, organisasi, juga teknik. Akan tetapi, seiring dengan perkembangan dan kemajuan zaman, pengertian teknologi menjadi semakin meluas, sehingga saat ini teknologi merupakan sebuah konsep yang berkaitan dengan jenis penggunaan dan pengetahuan tentang alat dan keahlian, dan bagaimana ia dapat memberi pengaruh pada kemampuan manusia untuk mengendalikan dan mengubah sesuatu yang ada di sekitarnya.
Jadi teknologi adalah semacam perpanjangan tangan manusia untuk dapat memanfaatkan alam dan sesuatu yang ada di sekelilingnya secara lebih maksimal. Dengan demikian, secara sederhana teknologi bertujuan untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan manusia. Teknologi atau pertukangan memiliki lebih dari satu definisi. Salah satunya adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material dan proses yang menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Sebagai aktivitas manusia, teknologi mulai sebelum sains dan teknik. Kata teknologi sering menggambarkan penemuan dan alat yang menggunakan prinsip dan proses penemuan saintifik yang baru ditemukan. Akan tetapi, penemuan yang sangat lama seperti roda da pat disebut teknologi.

2. Pengertian Teknologi informasi dan komunikasi
Terdapat banyak pengertian mengenai TIK atau Teknologi Informasi dan Komunikasi, diantaranya dipaparkan sebagai berikut :
1. Menurut Eric Deeson, Harper Collins Publishers, Dictionary of Information Technology, Glasgow,UK,1991
“Information Technology (IT) the handling of information by electric and electronic (and microelectronic) means.”Here handling includes transfer. Processing, storage and access, IT special concern being the use of hardware and software for these tasks for the benefit of individual people and society as a whole”
Dari penjelasan di atas dapat diartikan bahwa teknologi informasi adalah kebutuhan manusia didalam mengambil dan memindahkan , mengolah dan memproses informasi dalam konteks sosial yang menguntungkan diri sendiri dan masyarakat secara keseluruhan.
2. Menurut Puskur Diknas Indonesia, Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) mencakup dua aspek, yaitu Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi.
a. Teknologi Informasi adalah meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan pengelolaan informasi.
b. Teknologi Komunikasi adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data dari perangkat yang satu ke lainnya.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa Teknologi Informasi dan Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.
3. Menurut Susanto (2002) informasi merupakan hasil dari pengolahan data namun tidak semua hasil dari pengolahan tersebut dapat menjadi informasi.
Jadi pengertian TIK adalah sebuah media atau alat bantu yang digunakan untuk transfer data baik itu untuk memperoleh suatu data/informasi maupun memberikan informasi kepada orang lain serta dapat digunakan untuk alat berkomunikasi baik satu arah ataupun dua arah.
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebagai bagian dari ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan (akuisisi), pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi (Kementerian Negara Riset dan Teknologi, 2006:6)
Teknologi informasi juga adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat, dan tepat waktu yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis,dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.

3. Pengertian TIK dalam bidang pendidikan
Pemanfaatan TIK dalam pendidikan di Indonesia telah memiliki sejarah yang cukup panjang. Inisiatif menyelenggarakan siaran radio pendidikan dan televisi pendidikan sebagai upaya melakukan penyebaran informasi ke satuan-satuan pendidikan yang tersebar di seluruh nusantara, merupakan wujud dari kesadaran untuk mengoptimalkan pendayagunaan teknologi dalam membantu proses pendidikan masyarakat. Kelemahan utama siaran radio maupun televisi pendidikan adalah tidak adanya interaksi timbal balik yang seketika. Siaran bersifat searah, dari narasumber belajar atau fasilitator kepada pembelajar. Introduksi komputer dengan kemampuannya mengolah dan menyajikan tayangan multimedia (teks, grafis, gambar, suara, dan movie) memberikan peluang baru untuk mengatasi kelemahan yang tidak dimiliki siaran radio dan televisi.
Bila televisi hanya mampu memberikan informasi searah (terlebih lebih bila materi tayangannya adalah materi hasil rekaman), pembelajaran berbasis teknologi internet memberikan peluang berinteraksi baik secara sinkron (real time) maupun asinkron (delayed). Pembelajaran berbasis Internet memungkinkan terjadinya pembelajaran secara sinkron dengan keunggulan utama bahwa pembelajar maupun fasilitator tidak harus berada di satu tempat yang sama. Pemanfaatan teknologi video conference yang dijalankan berdasar teknologi internet, memungkinkan pembelajar berada di mana saja sepanjang terhubung ke jaringan komputer. Selain aplikasi puncak seperti itu, beberapa peluang lain yang lebih sederhana dan lebih murah juga dapat dikembangkan sejalan dengan kemajuan TIK.

B. Sarana dan Prasarana, Fasilitas, Dan Perangkat Pendukung Pemanfaatan TIK
Beberapa sekolah kini telah memiliki laboratorium komputer dan internet, khusus sekolah-sekolah yang berlokasi di kota atau tidak jauh dari perkotaan lebih lengkap fasilitas ini dibandingkan dengan sekolah yang berlokasi di pedesaan. Hampir seluruh kota dijumpai sekolah-sekolah yang telah menyediakan fasilitas laboratorium komputer dan internet. Berbeda dengan sekolah yang ada di pedesaan, sarana dan fasilitas TIK masih jarang di temui. Hanya beberapa sekolah yang memiliki sarana tersebut, itu juga hanya satu unit komputer dengan perangkat pendukung (software ataupun hardware) yang hanya seadanya.
Pada sekolah-sekolah yang telah dibilang lebih maju, dan kebanyakan berlokasi di kawasan perkotaan, selain tersedianya laboratorium komputer dan internet, beberapa sekolah telah melengkapi sarana lain yang berkaitan dengan proses pembelajaran, yaitu berbagai media elektronik lainnya seperti proyektor LCD yang dilengkapi laptop, pengeras suara, dll.
Ketersediaan sarana TIK sangat berpengaruh kepada guru dalam hal memilih varian sumber pembelajaran yang dipilih. Seperti yang dikemukakan oleh Mohammad Juri, MPd. (Madura, 14 Januari 2008) yang mengatakan ketidakvariativan guru dalam memilih sumber belajar, diantaranya disebabkan oleh minimnya pengetahuaan dan kemampuan menggunakan media pembelajaran yang maju seperti penggunaan komputer. Seperti alasan-alasan yang umum disampaikan oleh para guru, misalnya tidak ada fasilitas komputer di sekolah, fasilitas yang tidak lengkap dikarenakan tidak dana untuk pengadaan, dan terlebih-lebih sikap guru yang kurang proaktif dalam menghadapi kemajuan ICT.

C. Peranan TIK dalam Bidang Pendidikan
Pengembangan Tekonologi Informasi dan Komunikasi (TIK) pada hakekatnya ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kenyataan menunjukan TIK telah membawa perubahan penting dalam perkembangan peradaban dunia terutama ekonomi. Bahkan abad ke-21 diyakini akan menjadi abad baru yang disebut era informasi-ekonomi (digital-economic) dengan ciri khas perdagangan yang memanfaatkan peralatan elektronik (electronic commerce). Keadaan ini mengakibatkan adanya pergeseran paradigma strategis pembangunan masyarakat dunia dari era industri menuju informasi.
Dari berbagai peranan TIK salah satunya yaitu peranan Teknlogi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan (e-education) tidak dapat dihindarkan lagi. Misalnya tidak mungkin lagi mengecek jumlah siswa yang hadir mengikuti pelajaran dari tahun ke tahun hanya dengan catatan di buku tahunan saja, demikian juga hasil nilai siswa yang diperoleh selama mengkuti pendidikan hanya mengandalkan buku nilai guru, leger sekolah atau buku induk sekolah, begitu pula pekerjaan sederhana apapun, pekerjaan akan menjadi lebih efisien jika menggunakan computer. Pendidikan yang menggunakan sarana TIK terutama internet biasa disebut e-education.
Kecenderungan dunia pendidikan di Indonesia pada masa yang mendatang hubungannya dengan perkembangan TIK sebagai berikut :
1. Berkembangnya pendidikan terbuka dengan cara belajar jarak jauh (distance learning). Untuk menyelenggarakan pendidikan terbuka dan jarak jauh perlu dimasukan sebagai strategi utama pendidikan jarak jauh dengan memanfaatkan teknologi internet secara maksimal dapat memberikan efektivitas dalam hal waktu, tempat bahkan meningkatkan kualitas pendidikan.
2. Terjadinya sharing resource (berbagi sumber daya) antara lembaga pendidikan dan pelatihan .
3. Perpustakaan dan instrument pendidikan lainnya misalnya guru dan laboratorium berfungsi sebagai fasilitator bukannya sumber informasi.
4. Penggunaan perangkat informasi interaktif seperti CD-ROM multimedia yang secara bertahap akan menggantikan fungsi papan tulis.
Manfaat internet bagi bidang pendidikan di Indonesia antara lain akan mendapatkan akses keperpustakaan, direktori sekolah, para pakar dapat melalukan perkuliahan secara online, penyediaan sarana informasi akademik lembaga pendidikan secara online, dapat melaksanakan kerjasama dengan lembaga lain melalui internet serta melakukan marketing dan promosi hasil karya penelitian secara lebih efisien. Disamping itu kita dapat merancang program artificial intelegence untuk membuat sebuah model rencana pengajaran.
Perkembangan TIK di bidang pendidikan memungkinkan adanya sistem belajar jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungan antara siswa/mahasiswa dengan guru/dosennya. Melihat nilai siswa/mahasiswa secara online, mengecek keuangan, mengecek jadwal sekolah/kuliah mengirimkan berkas tugas yang diberikan guru/dosen. Sistem pendidikan TIK terbukti telah berhasil menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan nilai rata-rata ujian.

D. Pemanfaatan TIK oleh Guru
Dalam berbagai hasil penelitian dan tulisan mensinyalir ada sekitar 70 s/d 90% guru dalam pemanfaatan kemajuan TIK dalam proses pembelajaran dan kegiatan lain dianggap masih gagap teknologi. Jika kondisi ini benar demikian, alangkah menyedihkan dan bahkan menyakitkan, betapa tidak, sebab di tengah didengungkannya pembelajaran interaktif (e-learning) yang juga harus melibatkan guru-gurunya dalam bidang studi apapun, alangkah ironis kalau gurunya sendiri tidak pernah sedikitpun menjamah teknologi informasi yang kini telah merambah kesemua sisi kehidupan manusia atau dengan kata lain sudah mendunia.
Pemanfaatan TIK oleh guru dalam pembelajaran masih sangat minim. Hal ini dikarenakan ketidakmampuan guru dalam mengoperasionalkan sarana tersebut, sehingga guru tidak dapat memanfaatkannya dalam proses pembelajaran.
Di sekolah yang termasuk perkotaan, guru sudah melaksanakan praktek TIK bagi guru dan siswanya, namun pemanfaatan TIK bagi siswa masih sebatas pada mata pelajaran TIK, dan guru belum memanfaatan TIK dalam proses pengajaran mata pelajaran yang lain. Ada juga sekolah yang termasuk favorit, mereka telah menggunakan TIK dalam pembelajaran mata pelajaran yang lain. Banyak kasus lain tentang keberagaman tingkat pemakaian dan pemanfaatan TIK ini.
Berbeda dengan sekolah yang ada di pedesaan, pemanfaatan masih belum optimal. Komputer yang ada di sekolah paling hanya 1 unit komputer saja, itu juga di simpan di kantor. Guru yang menguasai keterampilan dalam bidang TIK hanya satu dua guru saja, itu juga guru muda. Kebanyakan guru tidak fasih dalam menggunakan komputer, apalagi internet. Para guru menggunakan komputer sekedar untuk mengetik dengan MS Word itupun tidak paham semua fasilitas di program itu, apalagi mendengar e-mail, browsing web, dan lainnya.
Dalam sebuah artikel, menurut pengakuan Adari salah satu guru di SDN Menteng 3, Harry Pujianto mengaku mengajar dengan menggunakan laptop sangat menantang, menimbulkan rasa ingin tahu, dapat membedakan keberhasilan pembelajaran menggunakan laptop dibandingkan dengan pembelajaran menggunakan cara konvesional. Murid lebih menyukai pelajaran Matematika dan IPA. Kondisi ini sangat berlainan pada kondisi umumnya dimana siswa biasanya merasa takut dan tidak pede terhadap mata pelajaran yang berbau eksakta, atau pelajaran yang melibatkan hitung-menghitung, dan juga mata pelajaran yang menggunakan praktek dalam laboratorium seperti pembelajaran sains.

E. Kendala Guru Dalam Penggunaan dan Pemanfaatan TIK
Kebanyakan di setiap sekolah, belum semua guru mau menerima keberadaan TIK. Banyak alasan mengapa guru tersebut bersikap demikian, misalnya mereka merasa cukup dengan proses pembelajaran yang selama ini sudah mereka lakukan, meskipun tidak menggunakan dan memanfaatkan TIK tujuan pembelajaran masih dapat tercapai.
Masih ada guru yang beranggapan tidak menggunakan komputer dan TIK dalam proses pembelajaran bukan hal mengganggu jalannnya pelajaran, karena guru merasa tidak mendapatkan fasilitas komputer saat mengajar, jadi inilah yang membuat mereka merasa tidak perlu untuk tahu cara menggunakan komputer. Kasus ini terjadi pada guru-guru yang sudah berusia tua, walaupun yang guru yang junior pun masih ada yang gagap pada kemanjuan TIK.
Adapun alasan lain para guru dalam penggunaan komputer dan TIK adalah ketidakmampuan guru dalam berbahasa inggris, dimana bahasa inggris sangat dominan dipakai dalam pengoperasionalan komputer dan TIK.
Terbatasnya sarana, prasarana dan fasilitas membuat proses penggunaan dan pemanfaatan TIK terhambat. Guru tidak bisa menggunakannya dalam proses pembelajaran apabila sarana, prasarana dan fasilitas tersebut tidak menunjang yaitu tidak seimbangnya dengan banyaknya siswa. Meskipun ada keinginan sekolah untuk pemenuhan fasilitas tersebut, namun media TIK masih sangat mahal sehingga masih sulit untuk mengimplementasikannya.
Menurut Machfud dari Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Jawa Timur (20 April 2008), dilema yang muncul di lapangan, dari berbagai upaya yang telah dilaksanakan untuk membantu para guru mengenala TIK, terganjal di tengah jalan, penyebabnya adalah; 1) takut akan kesalahan yang diperbuat, sehingga dapat mengakibatkan kerusakan media; 2) merasa usianya sudah tua, sehingga kurang bermanfaat bagi dirinya; 3) kurang memahami bahasa teknik TI (bahasa inggris); 4) banyaknya rutinitas di luar pelajaran TIK.
Menurut Gunawan (Jawa Pos, 26 Januari 2008), di lapangan tenaga pendidik hanya banyak disuguhi berbagai diklat, pelatihan dengan materi yang berkisar pada kurikulum, pakem (contextual learning), MBS (manajemen berbasis sekolah) dan materi lain yang berhubungan langsung dengan tugas guru di kelas. Jarang ada pelatihan guru yang bersifat pembekalan tentang suatu keterampilan atau keahlian khusus, misalnya aplikasi TIK, padahal pelatihan seperti ini tidak kalah penting dan bermanfaat bagi guru, terutama guru yang masih gagap teknologi. Menurutnya ada beberapa faktor yang menjadikan para guru masih gagap TIK, pertama, Lokasi, bagi guru yang mengajar di daerah terpencil, teknologi canggih seperti komputer bukanlah sesuatu yang urgen untuk dikuasai karena kebutuhan untuk menggunakan sangat rendah. kedua, kesadaran yang masih rendah mengenai mengenari arti penting teknologi untuk menunjang profesi guru dalam menyelesaikan tugas, Ketiga, tidak adanya kesempatan dan peluang untuk bisa lebih dekat dengan teknologi canggih.
F. Upaya dalam Mengatasi Kendala Guru Dalam Penggunaan dan Pemanfaatan TIK
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mengadakan pendekatan persuasif tentang pentingnya TIK dalam pembelajaran. Pendekatan tersebut dapat dilakukan dengan diadakannya seminar tentang apa yang di maksud TIK, peranan, manfaat dan pentingnya TIK, dan seminar lainnya. Bisa juga melalui forum diskusi dan kegiatan lainnya.
Meskipun sarana dan prasarana untuk pemanfaatan TIK sudah lengkap, apabila kemauan dari para guru tidak muncul maka hal tersebut sia-sia. Apabila guru mempunyai kemauan untuk belajar dan keinginan dalam mengembangkan kemampuannya dalam bidang TIK maka hal tersebut dapat membantu dalam pengembangan dan pemanfaatan komputer dan TIK.
Selanjutnya, mengadakan pelatihan-pelatihan. Misalnya : pelatihan komputer program windows, pembuatan bahan ajar, dan pembuatan e-mail dan blog. Dengan diadakanya pelatihan, setidaknya guru dapat mengoperasionalkan dan memanfaatkannya dalam proses pembelajaran.
Kebutuhan akan kemampuan para guru dalam pemanfaatan TIK dalam proses pembelajaran telah direspon sangat positif oleh beberapa sekolah. Kenyataan dilapangan ditemukan bahwa beberapa sekolah telah memberikan pelatihan dan atau mengirimkan para guru mengikuti pelatihan komputer dan internet. Ini dilakukan oleh pimpinan sekolah dengan maksud agar para guru tidak gagap terhadap pemakaian komputer dalam pemanfaatan TIK.
Peran lembaga atau institusi diluar sekolah juga sangat diperlukan dalam andilnya dalam memajukan dunia pendikan dasar dan menengah. Mereka yang peduli telah turut aktif memberikan kemampuan para guru dalam menggunakan komputer maupun internet, seperti pada Jurusan Teknik Informatika FTI-ITS Surabaya telah mengadakan workshop pemrograman bagi 53 guru dari 12 madrasah dari 3 kota di Jatim. Menurut pemrakarsa kegiatan ini, ke depan para guru madrasah di Jatim tidak gagap teknologi lagi, karena mereka telah dilatih untuk mengaplikasikan piranti lunak (software) pembelajaran berbasis multimedia yang diharapkan dapat membantu mengembangkan pola pembelajaran bagi siswanya.
Upaya yang lainnya yaitu dalam pengadaan media yang jumlahnya masih kurang. Untuk pengadaan media yang masih kurang, sekolah dapat mengambil anggarannya dari RAPB maupun BOS. Selain itu juga, sekolah bisa menjalin pola kemitraan dengan pihak-pihak yang peduli dengan pendidikan, salah satunya yaitu dengan menjalin kemitraan dengan perusahaan yang beroperasi di sekitar lingkungan sekolah melalui program comunity development/comdev). Perusahaan tersebut setidaknya dapat membantu sekolah dalam pemenuhan media.

BAB III
KESIMPULAN

TIK adalah suatu alat atau media yang dapat digunakan untuk transfer data baik satu arah maupun dua arah. Dengan pesatnya perkembangan TIK ini sangat berguna dalam dunia pendidikan karena guru dan lembaga sekolah pun mendapatkan kemudahan dengan memanfaatkan TIK dalam melaksanakan tugas pokoknya. Materi pembelajaran dapat dibuat menjadi lebih menarik. Selain itu, siswa dan guru dapat mendapatkan pengkayaan materi ajar sehingga akan meningkatkan pemahaman dan penguasaan materi.
Pemanfaatan TIK oleh guru dalam pembelajaran masih sangat minim. Hal ini dikarenakan ketidakmampuan guru dalam mengoperasionalkan sarana tersebut, sehingga guru tidak dapat memanfaatkannya dalam proses pembelajaran.
Di sekolah yang termasuk perkotaan, guru sudah melaksanakan praktek TIK bagi guru dan siswanya, namun pemanfaatan TIK bagi siswa masih sebatas pada mata pelajaran TIK, dan guru belum memanfaatan TIK dalam proses pengajaran mata pelajaran yang lain. Ada juga sekolah yang termasuk favorit, mereka telah menggunakan TIK dalam pembelajaran mata pelajaran yang lain. Banyak kasus lain tentang keberagaman tingkat pemakaian dan pemanfaatan TIK ini.
Berbeda dengan sekolah yang ada di pedesaan, pemanfaatan masih belum optimal. Komputer yang ada di sekolah paling hanya 1 unit komputer saja, itu juga di simpan di kantor. Guru yang menguasai keterampilan dalam bidang TIK hanya satu dua guru saja, itu juga guru muda. Kebanyakan guru tidak fasih dalam menggunakan komputer, apalagi internet. Para guru menggunakan komputer sekedar untuk mengetik dengan MS Word itupun tidak paham semua fasilitas di program itu, apalagi mendengar e-mail, browsing web, dan lainnya.
Beberapa kendala yang dihadapi dalam pemanfaatan TIK antara lain :
• Belum semua guru mau menerima keberadaan TIK
• Belum semua guru mampu menguasai dan menggunakan media TIK
• Terbatasnya sarana, prasarana dan fasilitas TIK
• Harga media TIK yang masih mahal
Adapun beberapa upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi kendala dalam pemanfaatan TIK, yaitu :
• Mengadakan pendekatan persuasif tentang pentingnya TIK
• Mengadakan pelatihan-pelatihan, misalnya pelatihan program windows, pembuatan bahan ajar dalam power point, pembuatan e-mail dan blog.
• Pengadaan media yang jumlahnya masih kurang (dapat menggunakan dana dari RAPB maupun BOS).
• Menjalin pola kemitraan dengan pihak-pihak yang peduli dengan pendidikan (kemitraan bisa dijalin dengan perusahaan yang beroperasi disekitar lingkungan sekolah melalui program community development/comdev).

MAKALAH 4 BY: EVA PURNAMAWATI

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Perkembangan ilmu dan tekhnologi dewasa ini turut mempengaruhi dunia pendidikan. Hal tersebut menuntut kualitas pendidikan yang baik, sehingga dapat menghasilkan generasi bangsa yang berkualitas.
Salah satu tujuan pendidikan adalah untuk mengoptimalkan kemampuan anak didik dan membantu mengembangkan kemampuan yang sempurna secara fisik, intelektual dan emosi. DePorter(1992) dalam teorinya “Quantum Learning” menyatakan bahwa manusia memiliki potensi untuk berkembang hampir tidak terbatas. Namun kita hanya memanfaatkan sebagian kecil saja kemampuan tersebut, ini disebabkan karena kita tidak mempunyai cara dan media yang tepat untuk mengembangkan kemampuan tersebut.
Para pakar pendidikan sering menganjurkan bahwa dalam pelaksanaan pengajaran sebaiknya guru menggunakan media yang dapat mencakup berbagai indera. Untuk memenuhi keperluan itu, maka penggunaan multimedia menjadi salah satu alternative pilihan yang baik. Berdasarkan hal tersebut dalam makalah ini saya mencoba menguraikan tentang Multimedia dalam pembelajaran di SD serta keterkaitannya dengan multiple Intelligence anak.

1.2. Rumusan Masalah
Bagaimana keterkaitan penerapan multimedia dalam pembelajaran terhadap multiple intellegence anak sekolah dasar?

1.3. Penulisan Makalah ini bertujuan untuk :
 Memenuhi tugas mata kuliah Dasar Teknologi Komunikasi
 Mengetahui peranan multimedia dalam pembelajaran
 Memahami tentang multiple untelligence anak
 Memahami keterkaitan penerapan multimedia dalam pembelajaran terhadap multiple intelligence anak SD

1.4. Manfaat
 Calon guru dapat memanfaaatkan dan menggunakan multimedia dalam pembelajaran
 Mendapatkan Informasi baru bagi guru, orangtua dan masyarakat
 Menjadi guru yang profesional dalam hal penggunaan multimedia dan memahami karakteristik anak didiknya.

BAB II
PEMBAHASAN

1.1. Pengertian, Tujuan dan Peranan Multimedia dalam Pembelajaran di SD.
Brown (1973) mengungkapkan bahwa media pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran dapat mempengaruhi efektivitas pembelajaran. Pada mulanya, hanya berfungsi sebagai alat bantu guru untuk untuk mengajar , yang digunakan adalah alat bantu visual. Sekitar pertengahan abad ke-20 usaha pemanfaatan visual dilegkapi dengan digunakannya alat audio, sehingga lahirlah alat bantu audio visual. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), khususnya dalam bidang pendidikan, saat ini penggunaan alat bantu atau media pembelajaran menjadi semakin luas dan interaktif, seperti adanya komputer dan internet. Penggunaan media, baik yang bersifat visual, audial, projected still maupun projected motion media, bisa dilakukan secara bersama-sama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut multimedia.
A. Pengertian dan Tujuan Multimedia
Secara etimologis multimedia berasal dari kata multi (bahasa latin, nouns) yang berarti banyak, bermacam-macam, dan medium (bahasa latin) yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menyampaikan atau membawa sesuatu. Dengan demikian arti multimedia yang umumnya dikenal adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan mengabungkan teks, suara, gambar, animasi, dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga penggunaan dapat ber (navigasi) berinteraksi, berkarya dan berkomunikasi sering digunakan dalam dunia hiburan, juga dalam dunia pendidikan dan bisnis. Di dunia pendidikan, multimedia digunakan sebagai media pembelajaran atau pengajaran, baik dalam kelas atau secara individu.
Konsep penggabungan teks suara, gambar, animasi dan video ini dengan sendirinya memerlukan beberapa jenis peralatan perangkat keras yang masing-masing tetap menjalankan fungsi utamanya sebagaimana biasanya, dan komputer merupakan pengendali seluruh peralatan itu. Peralatan itu adalah komputer, video kamera, video cassette recorder (VCR),overhead projector, cd player, compact disc. Kesemua peraltan ini haruslah kompak dan bekerjasama dalam menyampaikan informasi kepada pemakainnya.
Informasi yang disajikan melalui multimedia ini berbentuk dokumen yang hidup, dapat dilihat di layar monitor, atau ketika diproyeksikan ke layar lebar melalui overhead projector, dan dapat didengar suaranya dan dilihat gerakannya (video atau animasi).
Multimedia bertujuan untuk menyajikan informasi dalam bentuk yang menyenangkan, menarik, mudah dimengerti dan jelas. Informasi akan mudah dimengerti karena sebanyak mungkin indera, terutama telinga dan mata, digunakan untuk menyerap informasi tersebut.

B. Peranan Multimedia dalam Pembelajaran di SD
Dunia pendidikan sangat mengharapkan kehadiran media pembelajaran yang bermutu tinggi utnuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dengan munculnya teknologi multimedia memberi harapan baru dalam era pendidikan karena media pembelajaran ini mempunyai kegunaan yang tidak diperoleh dari media lain sebelumnya. Multimedia adalah salah satu media baru yang digunakan untuk membatu proses pembelajaran yang bermakna, karena memadukan berbagai media , teks, suara gambar, grafik dan animasi. Selain itu, keistimewaannya yang utama yaitu kemampuan untuk beraktivitas. Hal ini dapat menarik minat pelajar serta mendukung perkembangan pelajar baik dalam intelegensi maupun kreativias.
Kelengkapan yang dimiliki multimedia dapat meliputi seluruh panca indera, yang memang sangat lengkap.Multimedia berkemampuan untuk fantasi dan emosi pelajar kearah yang lebih baik. Berbagai hasil penelitian menunjukan bahwa media pengajaran yang melibatkan lebih dari satu panca indera lebih bermakna daripada yang hanya melibatkan satu panca indera ketika sedang belajar.Hal ini juga menunjukan bahwa pelajaran akan tersimpan dalam ingatan lebih lama apabila lebih dari satu panca indera dilibatkan saat belajar.
1. Keistimewaan Multimedia
• Multimedia menyediakan proses interaktif dan memberikan kemudahan umpan baik.
• Multimedia memberikan kebebasan kepada pelajar dalam menentukan topik pembelajaran dalam menentukan topik pelajaran.
• Multimedia memberikan kemudahan kontrol yang sistematis dalam proses belajar.
2. Contoh – Contoh Penggunaan Multimedia dalam Pendidikan
a. Kamus Multimedia Elektronik
Berbeda dengan kamus biasa, kamus multimedia elektronik akan memaparkan makna suatu kata atau istilah yang diinginkan dengan menggunakan berbagai media yang mendukung seperti audio, video, grafik dan animasi. Misalnya menjadikan suatu penjelasan mengenai kata atau istilah dapat dilakukan lebih mudah dan berkesan.
b. Eksperimen
Penggunaan media seperti video dan animasi dalam mempersembahkan suatu kegiatan eksperimen, membuat pelajar memahami dan menguasai konsep yang dipelajari lebih mudah dan menarik. Selain itu juga tidak perlu khawatir bahaya bahan kimia. Biaya penyelenggaraan eksperimen yang mahal dapat ditangani juga bila menggunakan aplikasi ini.
c. Simulasi Proses Kerja
Merujuk pada suatu keadaan di lingkungan sekitar seperti keadaan atau dunia yang sebenarnya ditampilkan dalam satu system. Terdapat berbagai jenis aplikasi yang memanfaatkan teknik simulasi dalam pendidikan. Misalnya simulasi penerbangan dalam latihan system penerbangan bagi calon pilot.
d. Bahan Sejarah
Belajar sejarah jadi lebih mudah dan menyenangkan dengan bantuan multimedia. Bahan-bahan sejarah dapat dibentuk sedemikian rupa untuk menghasilkan persembahan yang lebih hidup, misalnya video atau animasi 3D. pelajar berada dalam situasi sebenarnya guna memahami peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
e. Sumber Rujukan Elektronik
Beberapa contoh multimedia dijadikan sebagai sumber rujukan yaitu ensiklopedia, tutorial interaktif, buku elektronik, dsb. Aplikasi ini juga disertai komponen multimedia yang memberikan efek lebih hidup melalui penggunaan bunyi, suara, gambar, video, dan animasi.
f. Pendidikan Permainan dan Hiburan
Proses pembelajaran semakin menarik apabila unsur hiburan. Hal ini terdapat dalam aplikasi ini yang menggunakan pendekatan bermain sambil belajar. Permainan yang mampu merangsang pemikiran pelajar dalam proses pemecahan suatu masalah secara tidak langsung pengetahuan yang bermakna dipelajari pelajar saat bermain, ini juga menjadikan proses belajar sesuatu yang menyenangkan dan tidak dianggap suatu beban.

2.2. Multiple Intelligence
Sejak tes IQ diciptakan hampir seratus tahun lalu, orang selalu melihat kecerdasan sebagai suatu (tunggal) yang dibawa sejak lahir dan yang tidak banyak berubah, sepanjang kehidupan seseorang. Sekarang kita tahu bahwa pandangan ini keliru. Penelitian Dr. Howard Gardner dan rekan-rekannya di Havard University telah menunjukan bahwa ada banyak jenis kecerdasan yang tidak bisa di ukur oleh tes IQ standar. Setelah meneliti berbagai jenis kemampuan, kompetensi, dan keterampilan yang digunakan diseluruh dunia. Dr. Gardner akhirnya menyusun daftar delapan kecerdasan dasar. Penelitian ini pulalah yang mendobrak pandangan keliru tentang anak berkesulitan belajar (LD / ADHD), padahal jika diteliti sebenarnya mereka bukanlah anak yang memiliki kelainan hanya saja setiap anak mempunyai banyak cara berbeda untuk menjadi pandai,misalnya melalui kata-kata, angka, gambar, musik, gerak alam, interaksi sosial, pemahaman diri. Dibawah ini diuraikan kedelapan jenis kecerdasan.
1. Kecerdasan Linguistik : Word Smart
Kecerdasan linguistik adalah kemampuan menggunakan kata-kata secara efektif. Dalam kehidupan sekolah memperlihatkan bahwa kecerdasan linguistik mencakup membaca, menulis dan berbicara. Biasanya pandai dalam mengeja kosakata, tata bahasa, mendengarkan, berbicara, membaca apapun mulai rambu lalulintas sampai novel klasik, dan menulis apapun mulai puisi sampai laporan.
2. Kecerdasan Logis-Matematis : Number Smart
Kecerdasan ini melibatkan keterampilan mengolah atau kemahiran menggunakan logika atau akal sehat, kecerdesan ini digunakan ilmuwan ketika menciptakan hipotesis dan mengujinya. Atau kecerdasan yang digunakan akuntan pajak, pemrogram komputer, atau ahli matematika.
3. Kecerdasan Spasial : Pictur Smart
Ini adalah kecerdasan gambar dan visualisasi. Kecerdsan ini melibatkan kemampuan untuk memvisualisasikan gambar didalam kepala seseorang atau menciptakan dalam bentuk dua atau tiga dimensi. Contohnya seniman atau pemahat, para penemu alat. Seorang penemu, Nicola Tesla konon bisa merancang dan menguji penemuanya didalam pikirannya.
4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani : Body Smart
Ini adalah kecerdasan seluruh tubuh ( atlet, penari, seniman pantonim, actor) dan kecerdsan tangan (montir, penjahit, tukang kayu, ahli bedah). Yang memiliki kecerdasan ini diharapkan juga mempunyai kecerdasan jenis lain.
5. Kecerdasan Musical : Music Smart
Kecerdasan ini melibatkan kemampuan menyanyikan sebuah lagu, mengingat melodi musik, mempunyai kepekaan terhadap irama, atau sekedar menikmati musik. Contohnya para diva, virtuoso piano, disc jokey, teknisi suara, tukang sten piano, dan terapis musik.
6. Kecerdasan Antar Pribadi : People Smart
Kecerdasan ini melibatkan kemampuan untuk memahami dan bekerja dengan orang lain. Contohnya kemampuan berempati pada orang lain (Konselor), kemampuan memanipulasi sekelompok besar orang (dictator politik), menilai seseorang dalam waktu beberapa detik, dan berteman.
7. Kecerdasan Intra Pribadi : Self Smart
Walau mungkin paling sulit dimengerti, kecerdasan ini paling penting diantara kedelapan jenis kecerdasan.Pada intinya ini adalah kecerdasan memahami diri sendiri, mengetahui siapa diri kita sebenarnya, mengetahui kelemahan dan kelebihan kita.
8. Kecerdasan Naturalis : Nature Smart
Kecerdasan ini melibatkan kemampuan mengenali bentuk-bentuk alam sekitar kita : burung, bunga, pohon, hewan dan fauna serta flora lainnya. Juga mencakup kepekaan terhadap bentuk-bentuk alam lain, misalnya susunan awan dan ciri geologis bumi.
Setiap orang memiliki kedelapan kecerdasan ini dan setiap hari menggunakannya dengan kombinasi yang berlainan serta dengan cara merka masing-masing. Ada orang yang unggul dalam kecerdasan tertentu, sementara yang lain mengalami kesulitan dalam berbagai kecerdasan, tapi kebanyakan dari kita berada di tengah-tengah.
Maka alangkah baiknya jika multiple intelligence dipupuk sejak usia dini, karenanyna guru disekolah beserta orang tua harus memahami karakteristik anak. Misalnya disekolah dasar, ada anak yang sangat pandai menggambar, tapi nilai akademiknya jelek. Maka jangan terburu-buru guru melabel anak tersebut learning disabilities (LD / ADHD). Padahal setiap anak memiliki cara belajar yang berbeda-beda. Kini kita harus berusaha mencari cara atau media yang sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya guna memperbaiki kelemahannya.

2.3. Penggunaan Multimedia untuk Mengembangkan Multiple Intelligence anak di SD
Seperti sudah dijelaskan bahwa setiap anak memiliki multiple intelligence. Hanya saja dalam porsi yang berbeda-beda, maka pendidikan melalui semua indra dapat mengembangkan multiple intelligencenya. Beri anak banyak peluang untuk pembelajaran multi-indriawi.
Dalam pembelajaran di sekolah, guru harus benar-benar memahami karakteristik anak didiknya. Sehingga dapat menciptakan proses pembelajaran yang dapat mencakup semua multiple intelligence-nya. Salah satu alternatif media yang dapat mencakup itu semua adalah multimedia, yang mampu mengikutsertakan anak dalam pemikiran kreatif, penulisan, pemecahan masalah, membaca, menggambar, melukis, membangun, dan mengambil keputusan secara kreatif. Program yang disajikan harus mendorong pemikiran kreatif.
A. Contoh Penggunaan Multimedia dalam Pembelajaran di SD Berdasarkan Multiple Intellegence
1. Kecerdasan Linguistik
Pada kecerdasan ini, misalnya dapat digunakan aplikasi kamus media elektronik.Apabila aplikasi ini disertai dengan animasi, suara, video, maka akan merangsang perkembangan kecerdasan lainnya. Seperti kinestetik, spasial dan musikal.
2. Kecerdasan Logis Matematis
Dapat digunakan multimedia yang menyajikan pelajaran matematika dengan berbalut hiburan, animasi, permainan yang mengharuskan mereka menggerakan anggota tubuhnya disertai nyanyian dengan lirik bahan pelajaran itu sendiri.
3. Kecerdasan Spacial
Multimedia berisikan bahan pelajaran yang disertai gambar-gambar menarik atau dalam bentuk animasi, video, dan lainnya.
Kecerdasan Kinestetik
Multimedia dapat menyajikan bahan ajar misalnya rumus-rumus atau kosakata dalam bentuk animasi atau video tarian. Setiap gerakannnya menampilkan sebuah rumus.
4. Kecerdasan Musikal
Multimedia berisikan teks, gambar, animasi atau video beserta audio. Dapat berupa nyanyian atau bunyi yang diulang-ulang.
5. Kecerdasan Antar pribadi
Dalam multimedia itu sendiri setelah menyajikan bahan ajar, maka ada suruhan untuk memecahkan masalah secara berkelompok.
6. Kecerdasan Intra Pribadi
Multimedia yang dipilih berisikan berbagai macam minat dan bakat. Tentunya selalu disajikan secara menarik.
7. Kecerdasan Naturalis
Multimedia berisikan bahan ajar disertai gambar-gambar hewan, tumbuhan, benda angkasa, beserta pergerakannya, tidak lupa disertai suara misalnya air, hewan dan angin.
Dapat dikatakan bahwa multimedia cocok untuk mengembangkan multiple intelligence guru juga menciptakan sendiri multimedia yang lebih baik sesuai kebutuhan pengajarannya, dan tentu disesuaikan pula dengan keadaan peserta didiknya.
Namun tentunya penyajian pembelajaran melalui multimedia pasti ada kendalanya baik dari segi fasilitas, biaya dan kurangnya kemampuan diri. Maka tidak ada salahnya bila guru selalu pandai membuat program pengajaran yang menyenangkan sesuai dengan multiple intellegnece anak, meskipun tanpa multimedia.
Bila fasilitas multimedia tersedia disekolah, biayanya pun memadai dan memiliki kemampuan untuk menyelenggarakannya, rasanya sia-sia bila guru atau pihak sekolah masih terlalu malas untuk memanfaatkan fasilitas yang ada, maka disinilah dituntut kesadarannya untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

2.4. Kajian Empiris
Pada kenyatannya, penggunaan multimedia dalam pembelajaran memang sulit dilaksanakan di seluruh sekolah dasar, jangankan di desa-desa terpencil, bahkan di kota saja masih sedikit sekolah yang menggunakan multimedia sebagai media pembelajaran.Selain itu juga belum tentu guru-guru sekolah dasar mengetahui tentang multiple intelligence anak.
Sekalipun multimedia dapat membantu proses belajar anak sekaligus mengembangkan multiple intelligence-nya, tapi perlu diperhatikan juga motivasi anak, keadaan sosial, ekonomi dan pendidikan keluarga, situasi pada saat proses belajar, kurikulum dan guru.
Mengenai program (software) yang digunakan untuk pembelajaran, kita banyak sekali tersedia program peranti lunak yang berisikan tentang pendidikan untuk anak.Sayangnya banyak diantara program-program itu hanya memindahkan bentuk cetak ke bentuk elektronik. Maka menurut saya pemilihan program computer harus disesuaikan dengan tujuan pendidikan dan tentu harus menarik agar tidak membosankan.
Namun seefektif dan secanggih apapun media pembelajaran, tetap saja kasih sayang dan perhatian orang-orang disekitar anak misalnya guru, orang tua dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan belajar anak.

BAB III
KESIMPULAN

Para pakar pendidikan sering menganjurkan bahwa dalam pelaksanaan proses belajar sebaiknya guru menggunakan media yang lengkap, sesuai dengan keperluan dan menyentuh berbagai panca indera. Untukmemenuhi keperluan tersebut, maka penggunaan multimedia adalah salah satu alternative pilihan yang baik untuk pembelajaran.
Setiap anak usia SD memiliki multiple intelligence namun dengan porsi berbeda-beda.Maka dibutuhkan bimbingan belajar guna mengembangkan kedelapan kecerdasannya meliputi kecerdasan linguistik, logis matematis, spasial, kinestetik, musikal, antarpribadi, intrapribadi dan naturalis.
Agar guru tidak repot dalam menyusun program kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan kedelapan kecerdasan secara satu persatu. Maka guru dapat meramunya menjadi satu yaitu dengan multimedia, karena multimedia adalah berbagai macam kombinasi grafik, teks, suara, video dan animasi. Penggabungan ini merupakan suatu kesatuan yang secara bersama-sama menampilkan informasi, pesan atau isi pelajaran
Jadi, dengan penggunaan multimedia dalam pembelajaran secara tidak langsung mengembangkan multiple intelligence anak di sekolah dasar. Disamping penyajiannya yang menarik, juga dapat membantu meningkatkan hasil belajar, karena bahan ajar yang dipelajari disajikan melalui minat dan potensi yang dimiliki. Berdasarkan hal tersebut diharapkan label LD, ADD, ADHD dan kesulitan belajar lainnya bagi anak normal, terhapuskan dari dunia pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Amstrong, Thomas. 2003. Setiap Anak Cerdas !.Jakarta;PT Gramedia Pustaka Utama.
Lidinillah, Dindin Abdul Muiz. Kumpulan Artikel Aplikasi Multimedia Pembelajaran.
Satrawijaya, Tresna.1991. Pengembangan Program Pengajaran.Jakarta : Rineka Cipta.
Uchjana E, Onong.1984. Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek. Bandung;Rosda Karya.
Usman, M Uzer.1990.Menjadi Guru Profesional.Bandung:Rosda Karya.

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Interconnected Network atau lebih dikenal dengan sebutan internet adalah sebuah system komunikasi global yang menghubungkan komputer-komputer dan jaringan-jaringan komputer diseluruh dunia.
Teknologi internet merupakan salah satu teknologi informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja, tanpa memandang batas usia termasuk kedalamnya anak SD. Fasilitas internet seperti e-mail, www dan YM sudah sangat popular diantara para anak usia sekolah, baik sebagai sarana komunikasi maupun alat untuk mencari data penelitian juga sebagai alat untuk memperluas pergaulan dan perkenalan antar pengguna internet. Tapi meskipun banyak manfaat dari penggunaan internet, juga ada dampak negative bagi anak. Misalnya pornografi yang sudah menjadi masalah besar. Hal ini sudah tentu memberikan corak dalam pola kehidupan secara keseluruhan. Dalam hal ini guru perlu memiliki kemampuan dalam mengelola kegiatan pembelajaran secara proforsional dan demikian perlunya kerjasama yang baik dengan orang tua untuk membimbing anak-anak belajar di rumah masing-masing. Melihat karakter perkembangan jiwa anak usia SD yang masih rentan, maka orang tua, guru, pemerintah seharusnya melindungi perkembangan jiwa anak-anak. Salah satunya melalui kegiatan pendidikan.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: